Segala apa yang diciptakan dan dikaruniakan oleh Allah SWT mempunyai
keistimewaan dan kelebihan tersendiri yang kadangkala kita sebagai
manusia tidak tahu akan hikmahnya. Banyak diantara kita tidak mengetahui
akan keistimewaan yang terdapat pada Buah Tin dan pentingnya untuk
kesehatan, mungkin karena Buah Tin bukan berasal dari negara kita,
tetapi dari negara Timur Tengah. Walaupun Buat Tin berasal dari Makkah,
Syam, Palestina juga Mesir, tetapi juga diperkenalkan di Italia kurang
lebih 2000 tahun yang lalu dimana berkembang dengan cepat melalui
Selatan Eropa termasuk Yunani. Sampai di dalam Kitab Al-Qur’an juga
terdapat surat khusus yang menyatakan tentang Buah Tin dan Zaitun, juga
Gunung Tursina dan negeri Makkah yang aman (Al-Qur’an – Surat At-Tiin
ayat 1-3). Jika direnungkan, pasti ada hikmah dibalik itu, mengapa Allah
SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an. Ini mungkin karena khasiat dan
keistimewaannya yang tiada bandingnya dengan buah-buahan lainnya.
Buah tin (
Ficus carica), yang namanya tercantum dalam
Al-Quran di samping buah zaitun, disebut-sebut oleh hasil penelitian
medis terbaru sebagai buah yang bermanfaat untuk mencegah kanker. Buah
yang besarnya seperti buah kelengkeng itu selain kaya akan kalsium dan
potasium juga mengandung zat
enzyaldehyde yang bermanfaat
melawan sel-sel kanker.Di dalam buah tin yang rasanya manis itu juga
mengandung zat yang sangat penting bagi tubuh manusia karena dapat
mengurangi kolesterol jahat, menguatkan jantung dan menormalkan
pernafasan bagi penderita sesak nafas. Buah yang banyak dijumpai di
negara-negara Arab itu juga mudah dicerna oleh alat pencernaan,
bermanfaat untuk mengobati sulit buang air besar, bermanfaat untuk hati
dan limpa. Buah yang rasanya manis seperti korma ini juga lebih mirip
sebagai makanan biasa karena mengenyangkan seperti buah korma sehingga
warga Arab jarang memasukkannya dalam daftar buah-buahan.
Menurut Imam Ibnu Al Jawziyyah, Buah Tin memiliki banyak khasiat,
diantaranya dapat mengurangi penyakit sesak nafas, membersihkan hati dan
limpa, juga pengencer dahak, serta memberi khasiat yang baik pada
tubuh, sebagai langkah pencegahan untuk melawan racun di tubuh kita
Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, ” Sekiranya aku katakan,
Sesungguhnya buah yang turun dari Surga maka aku katakan, inilah buahnya
(Tiin), sesungguhnya buah surga tiada keraguannya.” (Hadis riwayat Abu
Darba; Suyuti).
- 2. Deskripsi
Buah tin (
Ficus carica L.) termasuk famili
Moraceae, ordo
Rosales dan kelas
Magnoliopsida. Adapun klasifikasi dari buah tin adalah
:
Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Subkelas Hamamelidae
Bangsa Urticales
Suku Moraceae
Marga Ficus
Jenis
Ficus carica
Pada umumnya tanaman tin dapat tumbuh hingga 9 m dengan batang lunak
berwarna abu-abu, tetapi spesies Ficus carica berpohon kecil. Daunnya
besar dan berlekuk dalam, 3 atau 5 cuping. Buah tin sebenarnya adalah
dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota
suku ara-araan (
Moraceae).
Tanaman tin dapat tumbuh di Asia Tenggara, toleran terhadap kekeringan dan suhu dingin (-9
0C),
tetapi tetap membutuhkan unsur-unsur hara yang optimal untuk menjaga
mutu buahnya. Tanaman tin dapat meningkatkan kesuburan tanah. Dalam
pertumbuhannya membutuhkan pencahayaan sebagian atau penuh, kelembaban
rata-rata sampai dengan kering.
Buah tin berukuran panjang 3-5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar
berubah warna menjadi ungu jika masak. Getah yang dikeluarkan pohon tin
dapat mengiritasi kulit. Buah tin memiliki rasa dan aroma yang agak
mirip dengan jambu biji. Aromanya harum, teksturnya empuk, rasanya kesat
dan manis, sedikit mengandung air dan berbiji banyak. Di dalam rongga
mulut akan timbul sensasi menyenangkan karena biji-biji kecilnya yang
tergigit.
Menurut ahli Biologi pohon tin dari jenis Ficus terdapat
700 macam tersebar diseluruh pelosok dunia, umumnya banyak dikenal
luas, diantaranya jenis yang dipergunakan untuk decorasi rumah,
apartemen dan koridor-koridor bilding seperti (Ficus benjamina). Dan jenis untuk menghias taman-taman seperti (Ficus macrophylla). Serta jenis lain untuk penghias jalan dan trotoir seperti (Ficus microcarpa) yang banyak terdapat di Afrika Utara dan Timur Tengah.
Adapun jenis tin yang akan penulis kaji disini adalah (
Ficus carica),
yang dikenal dalam darijah Maroko dan masyarakat Afrika Utara dengan
“karmouss”, tumbuh banyak di daerah Laut Tengah dimana merupakan daerah
asal pohon tin tersebut.
2.1 Tentang Biologis Tin:
Beberapa Keistimewaan Tin:
2. 1. 1 Buah Tin: Buah tin ibarat sebuah bungkusan yang
didalamnya terdapat ratusan bunga-bunga tersebar diatas stand bunga,
terbagi kepada 2 macam Pertama, Bunga jantan terdapat pada
bagian dekat mulut bungkusan, berperan secara umum dalam proses
pembuahan. Dan kedua, Bunga-bunga betina tersebar pada bagian moncong
yang berperan dalam memberikan makanan dan perkembangan
binatang-binatang, atau menproduksi buah setelah terjadi proses
pembuahan.
2. 1. 2 Pohon Tin Jantan dan Betina: Dari mengamati buah
matang yang tumbuh dari pohon tin, dapat diklasifikasikan pohon ini
kepada dua jenis: Pohon jantan (Caprifiguier) merupakan tempat
penampungan lebah-lebah pembuah, dan buah dari pohon ini digunakan untuk
beranak dan berkembang biak bagi lebah-lebah tersebut, serta buahnya
tidak bisa dimakan manusia.
Adapun pohon betina (Figuier Domestique) menerima lebah-lebah yang
membawa benih pembuahan pada bunga-bunga tin betina, dan menghasilkan
buah tin yang matang dan enak di makan.
2.1.3 Tin Dan Lebah Khusus Membuahinya: Lebah
(Blastophaga psenes) dari keluarga (Agonidae) memainkan peranan sangat
penting pada proses pembuahan tin (Ficus carica), Karena jenis tin ini
tidak dapat dibuahi kecuali melalui lebah khusus itu. Dan sebagaimana
lebah jenis ini tidak bisa melahirkan dan berkembang biak kecuali dalam
jenis buah tin tersebut.
- 3. Kandungan dan Manfaat Buah Tin
Gizi yang terkandung beragam nutrisi mulai dari vitamin A, C,
kalsium, magnesium hingga potasium. . Institute di Tokyo menunjukkan
benzaldehyde terbukti efektif dalam menghambat tumor & serat
(dietary fiber) yang sangat tinggi. Setiap 100 gr buah Tin kering
terkandung 12.2 gr serat sedangkan apel mengandung 2.0 gr dan jeruk 1.9
gr.. dan antioksidan yang dapat mengikat senyawa karsinogen penyebab
kanker. omega- 3 dan omega-6. pencegahan penyakit jantung koroner.
Prof. J. A Vinson dari Universitas Scranton Amerika Serikat telah
membuat kajian dan membuktikan bahwa, Buah Tin mengandung khasiat yang
tinggi jika dibandingkan dengan buah-buahan yang lain. Buah Tin tidak
mengandung garam, lemak dan kolesterol, tetapi mengandung kalium, serat
dan zat besi yang lebih tinggi . Hasil penelitian dalam 100 gram buah
Tin, mengandung 20% daripada kebutuhan zat serat harian tubuh kita. Dari
jumlah tersebut, lebih 28% adalah jenis serat terlarut. Penelitian
menunjukkan, bahwa serat terlarut bisa membantu gula dalam darah dan
mengurangi kolesterol dalam darah dengan mengikatnya di dalam saluran
pencernaan, manakala serat tidak larut, dapat melindungi dan mencegah
kanker usus besar (koion). Makanan yang kaya akan serat mampu mengurangi
berat badan, oleh karena itu Buah Tin juga sangat sesuai mengatasi
masalah berat badan.
Kini, Buah Tin yang manispun terbukti antidiabetes mellitus. Dalam
daun Tin terdapat senyawa aktif mirip Insulin.Dr. Oliver Alabaster,
yaitu Pengarah Institut Pencegahan Penyakit di George Washington
University Medical Centre menyatakan bahwa jika seseorang mengambil Buah
Tin, sebenarnya telah mengambil makanan yang menjamin kesehatannya
dalam jangka panjang. Maka tidak heranlah jika Buah Tin disebut oleh
pakar-pakar makanan pada saat ini sebagai makanan Nutraseutikal
(functional food), karena Buah Tin bukan sekedar mengandung zat-zat yang
berkhasiat, bahkan lebih dari itu dan bermanfaat sebagai penjaga tubuh
dan mampu mencegah serangan penyakit-penyakit tertentu.
Disamping itu, keberadaan serat, kalium dan magnesium di dalam Buah
Tin dapat mengurangi serangan angin dan mampu mengontrol tekanan darah
tinggi. Satu berita baik bagi pengidap penyakit darah tinggi, karena
dengan memakan Buah Tin dijadikan pencegah penyakit tersebut. Untuk
penyakit kencing manis, serat yang terdapat di dalam Buah Tin ini dapat
memperlahan proses penyerapan glukosa di usus kecil. Gabungan zat yang
terkandung dalam Buah Tin yaitu serat yang tinggi dan karbohidrat dalam
bentuk yang ringkas, yaitu glukosa dan fruktosa mampu mengontrol kadar
gula darah seseorang.
Disamping itu, Lembaga Penasehat Buah Tin di California (California
Fig Advisory Board) telah mengatakan Buah Tin sebagai “Nature’s most
nearly perfect fruit”, yaitu Buah yang hampir mencapai tahap
kesempurnaan secara keseluruhan.
Satu lagi keajaiban yang terkandung di dalam Buah Tin adalah
dipercayai mempunyai bahan yang dapat melawan kanker. Di dalam Buah Tin
mengandung “polyphenols” yang tinggi berfungsi sebagai antioksidan yang
amat penting bagi tubuh kita, karena dapat berfungsi sebagai free
radical dalam tubuh yang menyebabkan kanker. Disamping itu, Buah Tin
juga mengandung unsur lain yang menjadi bahan anti kanker, yaitu
“benzaldehyde” dan “coumarins”. Benzaldehyde telah terbukti mampu
bertindak sebagai bahan anti tumor dan “coumarins” adalah untuk merawat
kulit dan kanker prostat.
Buah Tin dapat dikonsumsi setiap orang, termasuk anak-anak dan
merupakan makanan yang terbaik untuk semua umur, karena Buah Tin
mengandung serat yang tinggi dan manis rasanya. Jadi sangat tepat jika
kita mengkonsumsi buah ini,
sebagai makanan alternatif kita untuk meningkatkan kesehatan kita sehari-hari di dalam dunia modern ini.
Berdasarkan penelitian California Fig Nutritional Information, buah
tiin mengandung serat (dietary fiber)yang sangat tinggi. Setiap 100 gr
buah tiin kering terkandung 12.2 g serat sedangkan appel hanya
mengandung 2.0g dan jeruk 1.9g. Para Pakar kesehatan sangat menganjurkan
untuk mengkonsumsi tiin secara teratur. Selain dapat membantu
membersihkan racun di dalam tubuh, serat terkandung juga mampu mencegah
kanker kolon dan penyakit degeneratif lainnya.
Hasil Riset Universitas Rutgers di New Jersey lain lagi. Penelitian
Rutgers membuktikan kalau buah tiin mengandung antioksidan yang dapat
mengikat senyawa karsinogen penyebab kanker. Tiin juga mengandung asam
lemak tak jenuh yang dibutuhkan bagi kesehatan, diantaranya omega-3 dan
omega-6. lemak ini terbukti berperan dalam pencegahan penyakit jantung
koroner. Kelebihan yang lain, buah tiin rendah lemak, rendah sodium,
rendah kalori dan bebas kolesterol sehingga sangat cocok dikonsumsi para
penderita diabetes mellitus.
Keistimewaan buah ini tidak berhenti sampai di sini. Beragam vitamin
dan mineral bermanfaat terkandung di dalamnya. Setiap 100g buah tiin
mengandung vitamin A sebanyak 9.76 IU, vitamin C, 0.68 mg, kalsium,
133.0 mg dan zat besi, 3.07mg. Vitamin dan mineral ini sangat diperlukan
tubuh untuk menjaga dan memelihara kesehatan organ tubuh
- 4. Buah Tin Dalam Al-Qur’an
Allah SWT menyebutkan beberapa jenis buah dan tumbuh-tumbuhan di
dalam Al Qur’an, menyebutkan buah tin sekali saja pada surah At-Tin yang
berbunyi :
وِالثين والزيتون
Demi buah tin, demi buah zaitun.
Dalam ayat ini; “Demi buah tin, demi buah zaitun.” (ayat 1). Terdapat
berbagai tafsiran. Menurut Mujahid dan Hasan, kedua buah-buahan itu
diambil jadi sumpah oleh Tuhan untuk diperhatikan. Buah TIN diambil
sumpah karena dia buah yang terkenal untuk dimakan, buah ZAITUN karena
dia dapat ditempa dan diambil minyaknya. Kata Qatadah: Tin adalah nama
sebuah bukit di Damaskus dan Zaitun nama pula dari sebuah bukit di
Baitul-Maqdis.” Tandanya kedua negeri itu penting untuk diperhatikan.
Dan menurut sebuah riwayat pula, yang diterima dari Ibnu Abbas, “Tin
adalah mesjid yang mula didirikan oleh Nuh di atas gunung al-Judi, dan
Zaitun adalah Baitul-Maqdis.” Banyak ahli tafsir cenderung menyatakan
bahwa kepentingan kedua buah-buahan itu sendirilah yang menyebabkan
keduanya diambil jadi sumpah. Buah Tin adalah buah yang lunak lembut,
kemat, hampir berdekatan rasanya dengan buah serikaya yang tumbuh di
negeri kita dan banyak sekali tumbuh di Pulau Sumbawa. Zaitun masyhur
karena minyaknya. Tetapi terdapat lagi tafsir yang lain menyatakan bahwa
buah Tin dan Zaitun itu banyak sekali tumbuh di Palestina. Di dekat
Jerusalem pun ada sebuah bukit yang bemama Bukit Zaitun, karena di sana
memang banyak tumbuh pohon zaitun itu. Menurut kepercayaan dari bukit
itulah Nabi Isa Almasih mi’raj ke langit.
Surah ini merupakan surah satu-satunya mengambil judul nama tumbuhan,
berbeda dengan surah yang bertema binatang yang banyak jadi judul
surah-surah Al Qur’an seperti: (Sapi betina, semut, lebah, laba-laba dan
gajah).
Buah tin disebutkan pada surah yang mengatasnamakan dirinya sendiri
dan dalam bentuk sumpah pula, maka penulis merasa perlu memberikan
perhatian khusus dalam kajian ini. Ahli tafsir sendiri dalam menanggapi
kasus ini berbeda pendapat menafsirkan buah yang disumpahkan ini,
sebagian berpendapat bahwa yang dimaksud adalah buah tin itu sendiri
yang dapat dimakan oleh manusia. Ada
Menurut ahli Biologi pohon tin dari jenis Ficus terdapat
700 macam tersebar diseluruh pelosok dunia, umumnya banyak dikenal
luas, diantaranya jenis yang dipergunakan untuk decorasi rumah,
apartemen dan koridor-koridor bilding seperti (Ficus benjamina). Dan jenis untuk menghias taman-taman seperti (Ficus macrophylla). Serta jenis lain untuk penghias jalan dan trotoir seperti (Ficus microcarpa) yang banyak terdapat di Afrika Utara dan Timur Tengah.
Adapun jenis tin yang akan penulis kaji disini adalah (
Ficus carica),
yang dikenal dalam darijah Maroko dan masyarakat Afrika Utara dengan
“karmouss”, tumbuh banyak di daerah Laut Tengah dimana merupakan daerah
asal pohon tin tersebut.
2.1 Tentang Biologis Tin:
Beberapa Keistimewaan Tin:
2. 1. 1 Buah Tin: Buah tin ibarat sebuah bungkusan yang
didalamnya terdapat ratusan bunga-bunga tersebar diatas stand bunga,
terbagi kepada 2 macam Pertama, Bunga jantan terdapat pada
bagian dekat mulut bungkusan, berperan secara umum dalam proses
pembuahan. Dan kedua, Bunga-bunga betina tersebar pada bagian moncong
yang berperan dalam memberikan makanan dan perkembangan
binatang-binatang, atau menproduksi buah setelah terjadi proses
pembuahan.
2. 1. 2 Pohon Tin Jantan dan Betina: Dari mengamati buah
matang yang tumbuh dari pohon tin, dapat diklasifikasikan pohon ini
kepada dua jenis: Pohon jantan (Caprifiguier) merupakan tempat
penampungan lebah-lebah pembuah, dan buah dari pohon ini digunakan untuk
beranak dan berkembang biak bagi lebah-lebah tersebut, serta buahnya
tidak bisa dimakan manusia.
Adapun pohon betina (Figuier Domestique) menerima lebah-lebah yang
membawa benih pembuahan pada bunga-bunga tin betina, dan menghasilkan
buah tin yang matang dan enak di makan.
4.1.3 Tin Dan Lebah Khusus Membuahinya: Lebah
(Blastophaga psenes) dari keluarga (Agonidae) memainkan peranan sangat
penting pada proses pembuahan tin (Ficus carica), Karena jenis tin ini
tidak dapat dibuahi kecuali melalui lebah khusus itu. Dan sebagaimana
lebah jenis ini tidak bisa melahirkan dan berkembang biak kecuali dalam
jenis buah tin tersebut.
- 5. Kandungan dan Manfaat Buah Tin
Gizi yang terkandung beragam nutrisi mulai dari vitamin A, C,
kalsium, magnesium hingga potasium. . Institute di Tokyo menunjukkan
benzaldehyde terbukti efektif dalam menghambat tumor & serat
(dietary fiber) yang sangat tinggi. Setiap 100 gr buah Tin kering
terkandung 12.2 gr serat sedangkan apel mengandung 2.0 gr dan jeruk 1.9
gr.. dan antioksidan yang dapat mengikat senyawa karsinogen penyebab
kanker. omega- 3 dan omega-6. pencegahan penyakit jantung koroner.
Prof. J. A Vinson dari Universitas Scranton Amerika Serikat telah
membuat kajian dan membuktikan bahwa, Buah Tin mengandung khasiat yang
tinggi jika dibandingkan dengan buah-buahan yang lain. Buah Tin tidak
mengandung garam, lemak dan kolesterol, tetapi mengandung kalium, serat
dan zat besi yang lebih tinggi . Hasil penelitian dalam 100 gram buah
Tin, mengandung 20% daripada kebutuhan zat serat harian tubuh kita. Dari
jumlah tersebut, lebih 28% adalah jenis serat terlarut. Penelitian
menunjukkan, bahwa serat terlarut bisa membantu gula dalam darah dan
mengurangi kolesterol dalam darah dengan mengikatnya di dalam saluran
pencernaan, manakala serat tidak larut, dapat melindungi dan mencegah
kanker usus besar (koion). Makanan yang kaya akan serat mampu mengurangi
berat badan, oleh karena itu Buah Tin juga sangat sesuai mengatasi
masalah berat badan.
Kini, Buah Tin yang manispun terbukti antidiabetes mellitus. Dalam
daun Tin terdapat senyawa aktif mirip Insulin.Dr. Oliver Alabaster,
yaitu Pengarah Institut Pencegahan Penyakit di George Washington
University Medical Centre menyatakan bahwa jika seseorang mengambil Buah
Tin, sebenarnya telah mengambil makanan yang menjamin kesehatannya
dalam jangka panjang. Maka tidak heranlah jika Buah Tin disebut oleh
pakar-pakar makanan pada saat ini sebagai makanan Nutraseutikal
(functional food), karena Buah Tin bukan sekedar mengandung zat-zat yang
berkhasiat, bahkan lebih dari itu dan bermanfaat sebagai penjaga tubuh
dan mampu mencegah serangan penyakit-penyakit tertentu.
Disamping itu, keberadaan serat, kalium dan magnesium di dalam Buah
Tin dapat mengurangi serangan angin dan mampu mengontrol tekanan darah
tinggi. Satu berita baik bagi pengidap penyakit darah tinggi, karena
dengan memakan Buah Tin dijadikan pencegah penyakit tersebut. Untuk
penyakit kencing manis, serat yang terdapat di dalam Buah Tin ini dapat
memperlahan proses penyerapan glukosa di usus kecil. Gabungan zat yang
terkandung dalam Buah Tin yaitu serat yang tinggi dan karbohidrat dalam
bentuk yang ringkas, yaitu glukosa dan fruktosa mampu mengontrol kadar
gula darah seseorang.
Disamping itu, Lembaga Penasehat Buah Tin di California (California
Fig Advisory Board) telah mengatakan Buah Tin sebagai “Nature’s most
nearly perfect fruit”, yaitu Buah yang hampir mencapai tahap
kesempurnaan secara keseluruhan.
Satu lagi keajaiban yang terkandung di dalam Buah Tin adalah
dipercayai mempunyai bahan yang dapat melawan kanker. Di dalam Buah Tin
mengandung “polyphenols” yang tinggi berfungsi sebagai antioksidan yang
amat penting bagi tubuh kita, karena dapat berfungsi sebagai free
radical dalam tubuh yang menyebabkan kanker. Disamping itu, Buah Tin
juga mengandung unsur lain yang menjadi bahan anti kanker, yaitu
“benzaldehyde” dan “coumarins”. Benzaldehyde telah terbukti mampu
bertindak sebagai bahan anti tumor dan “coumarins” adalah untuk merawat
kulit dan kanker prostat.
Buah Tin dapat dikonsumsi setiap orang, termasuk anak-anak dan
merupakan makanan yang terbaik untuk semua umur, karena Buah Tin
mengandung serat yang tinggi dan manis rasanya. Jadi sangat tepat jika
kita mengkonsumsi buah ini,
sebagai makanan alternatif kita untuk meningkatkan kesehatan kita sehari-hari di dalam dunia modern ini.
Berdasarkan penelitian California Fig Nutritional Information, buah
tiin mengandung serat (dietary fiber)yang sangat tinggi. Setiap 100 gr
buah tiin kering terkandung 12.2 g serat sedangkan appel hanya
mengandung 2.0g dan jeruk 1.9g. Para Pakar kesehatan sangat menganjurkan
untuk mengkonsumsi tiin secara teratur. Selain dapat membantu
membersihkan racun di dalam tubuh, serat terkandung juga mampu mencegah
kanker kolon dan penyakit degeneratif lainnya.
Hasil Riset Universitas Rutgers di New Jersey lain lagi. Penelitian
Rutgers membuktikan kalau buah tiin mengandung antioksidan yang dapat
mengikat senyawa karsinogen penyebab kanker. Tiin juga mengandung asam
lemak tak jenuh yang dibutuhkan bagi kesehatan, diantaranya omega-3 dan
omega-6. lemak ini terbukti berperan dalam pencegahan penyakit jantung
koroner. Kelebihan yang lain, buah tiin rendah lemak, rendah sodium,
rendah kalori dan bebas kolesterol sehingga sangat cocok dikonsumsi para
penderita diabetes mellitus.
Keistimewaan buah ini tidak berhenti sampai di sini. Beragam vitamin
dan mineral bermanfaat terkandung di dalamnya. Setiap 100g buah tiin
mengandung vitamin A sebanyak 9.76 IU, vitamin C, 0.68 mg, kalsium,
133.0 mg dan zat besi, 3.07mg. Vitamin dan mineral ini sangat diperlukan
tubuh untuk menjaga dan memelihara kesehatan organ tubuh
- 6. Buah Tin Dalam Al-Qur’an
Allah SWT menyebutkan beberapa jenis buah dan tumbuh-tumbuhan di
dalam Al Qur’an, menyebutkan buah tin sekali saja pada surah At-Tin yang
berbunyi :
Demi buah tin, demi buah zaitun.
Dalam ayat ini; “Demi buah tin, demi buah zaitun.” (ayat 1). Terdapat
berbagai tafsiran. Menurut Mujahid dan Hasan, kedua buah-buahan itu
diambil jadi sumpah oleh Tuhan untuk diperhatikan. Buah TIN diambil
sumpah karena dia buah yang terkenal untuk dimakan, buah ZAITUN karena
dia dapat ditempa dan diambil minyaknya. Kata Qatadah: Tin adalah nama
sebuah bukit di Damaskus dan Zaitun nama pula dari sebuah bukit di
Baitul-Maqdis.” Tandanya kedua negeri itu penting untuk diperhatikan.
Dan menurut sebuah riwayat pula, yang diterima dari Ibnu Abbas, “Tin
adalah mesjid yang mula didirikan oleh Nuh di atas gunung al-Judi, dan
Zaitun adalah Baitul-Maqdis.” Banyak ahli tafsir cenderung menyatakan
bahwa kepentingan kedua buah-buahan itu sendirilah yang menyebabkan
keduanya diambil jadi sumpah. Buah Tin adalah buah yang lunak lembut,
kemat, hampir berdekatan rasanya dengan buah serikaya yang tumbuh di
negeri kita dan banyak sekali tumbuh di Pulau Sumbawa. Zaitun masyhur
karena minyaknya. Tetapi terdapat lagi tafsir yang lain menyatakan bahwa
buah Tin dan Zaitun itu banyak sekali tumbuh di Palestina. Di dekat
Jerusalem pun ada sebuah bukit yang bemama Bukit Zaitun, karena di sana
memang banyak tumbuh pohon zaitun itu. Menurut kepercayaan dari bukit
itulah Nabi Isa Almasih mi’raj ke langit.
Surah ini merupakan surah satu-satunya mengambil judul nama tumbuhan,
berbeda dengan surah yang bertema binatang yang banyak jadi judul
surah-surah Al Qur’an seperti: (Sapi betina, semut, lebah, laba-laba dan
gajah).
Buah tin disebutkan pada surah yang mengatasnamakan dirinya sendiri
dan dalam bentuk sumpah pula, maka penulis merasa perlu memberikan
perhatian khusus dalam kajian ini. Ahli tafsir sendiri dalam menanggapi
kasus ini berbeda pendapat menafsirkan buah yang disumpahkan ini,
sebagian berpendapat bahwa yang dimaksud adalah buah tin itu sendiri
yang dapat dimakan oleh manusia. Ada
pula menafsirkan tin sebagai tempat-tempat tertentu seperti: gunung, mesjid atau kota.
Perbedaan antara tin sebagai buah dan tin sebagai tempat, mengundang
banyak pertanyaan dan menyikapinya harus kembali kepada besik perkara
tentang perbedaan antara tafsir dan ta’wil. Sebagai diketahui bahwa
Kalimat tafsir hanya disebutkan sekali saja pada surah Al-Furqan,
Sedangkan ta’wil disebutkan pada tiga surah yaitu (Al-A’raf, Al-Kahfi
dan Yunus).
Jika kita merujuk pada metode riwayat, maka ditafsirkan tin sebagai
buah yang dapat dimakan dan dikenal luas semenjak dahulu kala. Tetapi
jika diartikan dengan tempat, maka masuk kategori ta’wil yang menyangkut
dirayah, dimana setiap orang bisa mena’wilkan sesuai dengan pemahaman
dan tingkat keilmuannya.
Dijelaskan dalam tafsir Ibn Katsir tentang surah At-Tin, tampak jelas
Sebahagian ahli tafsir mengomentari tiga sumpah yang ada: (Sumpah
tentang Tin dan zaitun, sumpah tentang jabal Sinai, sumpah tentang Kota
yang aman) dan mengaitkannya satu sama lain. Menurut pemahaman mereka
behwa Allah Bersumpah demi tiga tempat, setiap tempat tersebut
diutusi-Nya nabi dan rasul pembawa syariat: Tempat pertama (Tin dan
Zaitun), yaitu “Bait Al Maqdis”, tempat diutusnya nabi Isa as. Tempat
kedua (Jabal Sinai), yaitu sebuah gunung dimana nabi Musa as. berdialog
langsung dengan Allah SWT, yaitu tempat diutusnya nabi Musa as. Dan
tempat ketiga adalah (Kota yang aman), yaitu kota Makkah dimana nabi
Muhammad SAW diutus.
Sedangkan pada tafsir Siyyid Qutub banyak meliputi pendapat-pendapat
ahli tafsir terdahulu, diantaranya ada yang mengatakan bahwa yang
dimaksud ayat sumpah adalah pohon tin yang daun-daunnya dipakai nabi
Adam dan isterinya Hawa menutupi tubuhnya setelah dilucuti pakaiannya di
Surga tempatnya sebelum turun ke dunia fana ini. Dan pendapat lain
mengatakan bahwa tempat tumbuhnya
pohon tin di sebuah gunung dimana perahu nabi Nuh as. terdampar setelah banjir besar dunia.
Diatas hanya sekelimit kecil saja yang dapat penulis ketengahkan dari
pendapat-pendapat ahli tafsir terdahulu, yang pada umumnya memahami
ayat sumpah “At-Tin” sebagai tempat tertentu. Sebagaimana juga ayat
sumpah “At-Tin” ini dapat tafsirkan sebagai jenis buah yang agung,
rahasianya pada proses pembentukannya telah kita lihat pada kajian Fakta
Ilmiyah diatas, disamping juga memeliki keampuhan-keampuhan medis yang
ganda. Dikuatkan pula hadits nabi diriwayatkan oleh Abu Addarda
bahwasanya telah dihidungkan kepada nabi sebuah menu dari buah tin, maka
nabi mengajak shahabat-shahabatnya menyantap bersama, beliau lalu
bersabda: “Jika Aku mengatakan abuah turun dari Sorga, maka buah ini…”.
Ibn Alqayyim dalam bukunya “Ath-Thib Annabawi” mengomentari riwayat
hadits diatas: Menguji kemanjuran pengobatan nabi sebagai tersebut dalam
hadits ini, dapat dirilis beberapa teori. Pada jaman dahulu kala buah
tin telah banyak dipakai untuk kepentingan medis, tokoh-tokoh kedokteran
periode awal juga seperti Ibn Sina telah banyak mengetahui buah tin
mempunyai banyak faedah medis. Dan pengobatan traditional pada dekade
terakhir ini juga mengenal kemujaraban tin, dimana dianggap secara medis
menyembuhkan berbagai penyakit seperti mengobati luka-luka, borok, plu
burung, mag, gangguan sirkulasi mensturasi dan luka bakar.
Mengingat karena kadar kandungan gulanya tinggi, buah tin – kering –
bagus dikonsumsi oleh anak-anak, orang diet dan olah-ragawan, tetapi
hendaknya dihindari oleh penderita gula tinggi dan kolestrol. Buah tin
juga kaya dengan vitamin A dan B serta kadar tertentu dari vitamin C.
Dan mengandung garam pokok seperti: Kalsium, fosfor, zat besi yang
membangun pertumbuhan badan dan pembangkit tekanan darah.
Dari keterangan diatas menegaskan bahwa tin merupakan buah yang
sangat agung, memeliki kegunaan medis yang sangat banyak. Masih menurut
Ibn Alqayyim Aljouzi bahwa: Mengingat tin tidak terdapat di daratan
Hijaz dan kota Madinah, serta langkah penyebutannya dalam sunnah, karena
lahan tin memang tidak serasi dengan lahan kurma. Akan tetapi, Allah
Bersumpah di dalam Al Qur’an demi tin karena manfaat dan kegunaannya
yang sangat banyak itu. Maka Ibn Alqayyim berkesimpulan bahwa yang
dimaksud ayat sumpah adalah buah tin yang telah dikenal luas itu.
Daftar Pustaka
Cremlyn, R. J. 1991.
Agrochemicals: Preparation and Mode of Action. New York:369p.
Geourgeu, G., C. L. Sung, dan M. M. Shara. 1992.
“Surface Active Compund from Microorganisms”. Departement of Chemical Engineering and Petrolium Engineering. Austin : University of Texas
Mayasari, Oktaviani, dkk. 2009.
Program Kreativitas Mahasiswa Pasta Fungsional Dari Buah Tin (Ficus Carica L.) Berpotensi Mencegah Penyakit Kardiovaskular Dan Kanker . Bogor : IPB
Mushoffi,Faiz Zuhad. 2010.
Buah Tin Sebagai Diversifikasi Obat Diabetes Melitus. Bogor : IPB