IKLAN TRADE FOREX ... HOT FOREX ..

HotForex Gold & Silver
Showing posts with label Rasulullah SAW. Show all posts
Showing posts with label Rasulullah SAW. Show all posts

Saturday, 1 February 2014

7 Golongan Mendapat Perlindungan Arasy

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha26FeX-fxccuJQN0Qpz3JGL0ItahGmyolkBB_wPLmnKPaqoS2_OJhnpMrdH-sMIdcDGJ3vp54_xFF0JGXC9LSs9V0HeMKpxbrkyYFjYtloPIDiOtTGJbb9aFXERIq6MJdDjTz268rQzA/s1600/v3_slide0012_background1.JPG




Setiap pagi Selasa, 7.30am di radio Ikim, Ust Zawawi Yusoff (UIA) sering memperkatakan bab Kiamat. Berikut adalah sedikit intipati dari tazkirah beliau;

Daripada Abi Hurairah (ra) bahwa Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) bersabda: Ada tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindunganNya:
1. Imam (pemimpin) yang adil.
2. Pemuda yang taat kepada Allah sejak kecil.
3. Lelaki yang terpaut hatinya dengan masjid.
4. Dua orang yang saling kasih-mengasihi kerana Allah.
5. Lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan cantik, lalu ia berkata: “Aku takut kepada Allah”.
6. Orang yang bersedekah secara sembunyi sehingga tidak mengetahui tangan kirinya apa yang diberi oleh tangan kanannya.
7. Orang yang bermunajat kepada Allah sambil menggelinangkan airmatanya.
[Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim]

Huraian Hadis:
Di dalam hadis di atas baginda Rasul (sallallahu alaihi wasalam) menjelaskan tentang tujuh golongan manusia yang berada di bawah naungan ‘arasy Allah pada Hari Kiamat. Mereka akan terhindar dari terik panas matahari ketika di Padang Mahsyar. Merekalah golongan yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat kerana memiliki salah satu daripada tujuh sifat di bawah ini:
1. Imam yang adil:
Yang dimaksudkan dengan imam di sini ialah raja, presiden, sultan atau hakim atau qadi atau siapa saja yang menjadi pemimpin. Adapun yang dimaksudkan dengan adil ialah menghukum dengan adil dan seksama, tidak berdasarkan hawa nafsu dan tidak pula menerima mengamalkan rasuah atau salah guna kuasa. Oleh itu seorang pemimpin mestilah bersih daripada sifat zalim sebab tugas utama para pemimpin adalah untuk membasmi kezaliman.
2. Pemuda yang taat beribadat kepada Allah sejak kecil:
Remaja yang taat beribadah kepada Allah sejak umur muda lagi. Mereka telah dilatih untuk menghormati hukum-hakam Allah sejak kecil iaitu dengan melaksanakan suruhanNya dan menjauhi laranganNya. Golongan inilah yang boleh diharapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang akan membawa negara ke arah negara makmur yang diredhai Allah (Baldatun thaiyibatun Wa Rabbun Ghafuur).
3. Lelaki yang terpaut hatinya dengan masjid:
Masjid adalah tempat yang paling mulia di atas muka bumi. Sebaliknya tempat yang paling buruk di atas muka bumi adalah pasar. Ini memberi gambaran bahwa orang yang hatinya selalu teringat kepada masjid adalah orang yang soleh. Mereka pastikan setiap hari dapat melakukan solat wajib secara berjamaah. Ini tidak bermakna setiap waktu mereka mesti berada di dalam masjid.
Diriwayatkan bahwa baginda Rasul (sallallahu alaihi wasalam) segera membangun pasar Madinah setelah beliau selesai membangun masjid Nabawy. Ini memberi gambaran bahwa manusia yang sempurna mestilah membuat keseimbangan antara keperluan jasmani dan rohani. Fungsi masjid bukan hanya untuk beribadat kepada Allah dalam pengertiannya yang khusus tetapi juga berperanan untuk mencerdaskan berfikir umat melalui majlis ilmunya dan memperkukoh perpaduan umat melalui solat berjamaahnya dan lain-lain.
4. Dua orang yang saling kasih-mengasihi karena Allah:
Islam adalah agama yang berlandaskan cinta kepada Allah dan bersama-sama mengharap keredaan Allah berdasarkan kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam). Oleh yang demikian, jika persahabatan kita dengan seseorang berdasarkan prinsip itu maka kita akan mendapat kemuliaan di sisi Allah kelak di akhirat.
Sikap saling kasih-mengasihi karena Allah hendaklah dibuktikan dengan menghidupkan semangat amar ma’ruf nahi munkar terhadap sesama kita. Sifat saling nasihat-menasihati dan saling tegur-menegur kepada kebenaran mestilah diwujudkan untuk bersama-sama mentaati ajaran Allah. (Watawaashau Bil Haq).
Atas dasar ini, kita dilarang oleh agama menjalin persahabatan sesama kita hanya atas dasar kepentingan dunia semata-mata umpamanya menjalin hubungan dengan seseorang hanya ingin mendapat kemudahan duniawy disebalik persahabatan itu.
5. Lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan cantik, lalu ia berkata: “Aku takut kepada Allah”.
Wanita selalu diperalat oleh syaitan untuk menggugat ketaqwaan seorang lelaki. Lebih-lebih lagi kalau mereka yang mengajak lelaki buat maksiat. Sungguh banyak lelaki yang goyang imannya jika mendapat tawaran tersebut kecuali mereka yang mendapat rahmat dan perlindungan Allah. Lelaki yang benar-benar takut kepada Allah akan menolak rayuan syaitan betina itu. Atau sebaliknya, wanita yang benar-benar bertaqwa akan menolak godaan syaitan jantan tersebut. Mereka akan berkata: “Aku takut kepada (azab) Allah”.
Manusia jenis inilah barangkali yang ingin digambarkan oleh Allah SWT melalui kisah Nabi Yusuf dengan Zulaikha: “Yusuf berkata: Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh”.(Yusuf 12:33)
6. Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya.
Rasul (sallallahu alaihi wasalam) menggambarkan manusia yang ikhlas ketika bersadakah seperti tangan kanan. Walaupun jaraknya sangat dekat dengan tangan kiri (manusia) namun dia tidak mengetahui apa yang tangan kanan nafkahkan.
Gambaran ini menyatakan kepada kita bahwa manusia yang ikhlas beramal semata-mata mengharap keredaan dan ganjaran daripada Allah, bukan sanjungan dan pujian manusia lain. Ini tidak bermakna kita tidak dibolehkan bersedekah secara terang-terangan. Tetapi bersedekah secara sembunyi-sembunyi adalah lebih baik daripada terang-terangan sebab ia lebih selamat daripada riyak dan takabbur.
7. Orang yang bermunajat kepada Allah sambil berlinangan air matanya.
Rasul (sallallahu alaihi wasalam) menyatakan dalam bahagian ini betapa besarnya ganjaran yang Allah akan berikan kepada orang yang menangis karena takut kepada azab Allah. Lebih-lebih lagi ketika sujud atau sedang membaca Al-Quran atau ketika berdoa memohon ampun kepada Allah pada dua pertiga malam ke atas dosa masa silam.
Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) pernah menggambarkan hakikat ini di dalam hadisnya:
Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka, iaitu mata yang menangis kerana takut (azab) Allah dan mata yang berjaga ketika berjihad pada jalan Allah”.[Hadis Riwayat Tarmidzi]
Wallahu ‘alam bishowab.

Cara Nabi tidur

Allah berfirman, "Dan tetaplah memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu bermanafaat bagi orang-orang yang beriman." [AzZariyat: 55]


Waktu Nabi Muhammad saw. hendak tidur, lazimnya baginda meletakkan tapak tangan kanannya di bawah pipi kanannya. (HR Thabarani)

Nabi Muhammad saw. bersabda, "Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Wallahu a'lam.

Saturday, 11 January 2014

18 Hal Yang Membuat Dosa Dapat Diampuni Dan Dihapuskan


by Quito Riantori
Allah Swt berfirman :
“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS Al-Maidah [5] ayat 74)
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas
terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
.”
(QS Al-Zumar [39] ayat 53)
1. BERTAUBAT
Al-Quran yang suci mengatakan :”Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS Ali Imran [3] ayat 135)

“Maka barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Maidah [5] ayat 39)
2. BERBAKTI DAN MENDOAKAN KEDUA ORANGTUA
Al-Quran yang mulia mengatakan : “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS Al-Ahqaf [46] : 15-16)
2. MENGIKUTI PETUNJUK, DAN WASIAT RASULULLAH SAW SERTA MEMULIAKANNYA
Al-Quran yang mulia mengatakan: “Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad Saw), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran [3] ayat 31)
“Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al-Hujurat [49] ayat 3)
3. INFAQ
Allah Swt berfirman : “Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.” (QS Al-Taghabun [64] ayat 17)
4. BALASAN DI DUNIA
Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, “Apabila Allah menghendaki kebaikan atas seseorang hamba maka Allah segerakan balasannya di dunia. Sebaliknya jika Allah menghendaki keburukkan atas seorang hamba maka ditundalah balasannya sehingga ia mendapatkannya di Hari Qiyamat.” (Bihar al-Anwar 81:177)
5. SABAR ATAS UJIAN HIDUP
Al-Quran suci mengatakan : “..kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (QS Hud [11] ayat 11)
Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya seorang mu’min itu apabila melakukan dosa maka diujilah dia dengan kefakiran maka apabila ia sabar niscaya hal itu menjadi penghapus dosanya. Atau diuji ia dengan penyakit, maka apabila ia sabar niscaya hal itu menjadi penghapus dosanya atau ia diuji dengan rasa ketakutan dari Sultan (raja) yang menuntutnya, maka hal itupun menjadi penghapus dosanya atau ia dicoba sehingga ia menemui kematiannya maka ketika ia berjumpa dengan Allah maka tidak ada lagi dosa-dosanya dan Allah memasukkannya ke dalam surga.” (Bihar al-Anwar 81 : 199)
6. MUSIBAH
Rasulullah saww bersabda, “Tidaklah menimpa musibah kepada seorang mu’min laki-laki dan perempuan atas dirinya dan hartanya serta anaknya sehingga ketika ia menjumpai Allah maka tidak ada lagi kesalahan padanya.”
(
Bihar al-Anwar 67 : 236)
7. SIKSA KUBUR DI ALAM BARZAKH
Imam Ali ar-Ridha as berkata, “[Di dalam firman-Nya : “Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.” (QS Al-Rahman [55] ayat 39)], “Sesungguhnya barangsiapa yang memiliki keyakinan yang benar lalu dia berbuat dosa dan dia tidak sempat bertaubat di dunia, maka diazablah ia di Alam Barzakh sampai ketika ia di hari Qiyamat tidak ada lagi dosanya dan tidak pula ia ditanya tentang itu” (Tafsir Nur ats-Tsaqalain 5 : 155)
8. PENYAKIT
Imam Ali ar-Ridha as berkata, “Sakit bagi orang mu’min merupakan penyucian (atas dosanya) dan juga rahmat. Tetapi bagi orang yang ingkar, sakit adalah ’azab dan laknat dan sesungguhnya penyakit bagi seorang mu’min adalah penghapus dosa.” (Bihar al-Anwar 81 : 183)
Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya penyakit itu membersihkan jasad dari dosa-dosa sebagaimana alat peniup pandai besi membersihkan karat dari besi.” (Bihar al-Anwar 81 : 197)
Ditanyakan kepada Amirul Mu’minin as tentang penyakit yang menimpa seorang bayi, beliau menjawab, “Itu merupakan penghapus dosa (kafarat) bagi orang tuanya.” (Bihar al-Anwar 81 : 186)
Allah Ta’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi), “Ahli taat-Ku dalam jamuan-Ku, dan ahli syukur-Ku dalam limpahan-Ku, dan ahli dzikir-Ku dalam nikmat-Ku, tapi ahli maksiat kepada-Ku tidak ada bagian untuk mereka dari rahmat-Ku. Tetapi jika mereka bertaubat maka Aku adalah kekasihnya, dan apabila mereka berdoa maka Aku akan jawab doanya dan apabila mereka sakit, Aku yang akan menyembuhkannya dan Aku akan mengobati mereka dengan ujian dan musibah untuk membersihkan mereka dari dosa-dosa dan cela.”
(
Bihar al-Anwar 77 : 42)
9. KESEDIHAN
Rasulullah saww bersabda, “Apabila seorang mu’min telah banyak dosa-dosanya dan ia belum mengamalkan apa-apa yang dapat menghapus dosa-dosanya maka Allah akan mengujinya dengan kesedihan demi menghapus dosa-dosanya.” (Bihar al-Anwar 73 : 157)
Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “Sesungguhnya kesedihan itu menghapus dosa orang muslim.” (Bihar al-Anwar 73 : 157)
10. KESUSAHAN DI DALAM MENCARI PENGHIDUPAN (NAFKAH)
Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya ada dosa di antara dosa-dosa yang tidak dapat dihapus dengan shalat dan tidak juga dengan sedekah.”, maka ditanyakan kepada Nabi saww, “Apakah yang dapat menghapusnya wahai Rasulullah?”, jawab Nabi, “Kesusahan di dalam mencari penghidupan.”
(
Bihar al-Anwar 73 : 157)
11. TAQWA, KEJUJURAN, PERBUATAN BAIK, DAN AMAL SHALIH
Allah SwT berfirman, “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia menutupi kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.”
(QS Al-Thalaq [65] ayat 5)
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”
(QS Hud [11] ayat 114)
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min , laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”
(QS Al-Ahzab [33] ayat 35)
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”
(QS Al-Ahzab [33] 70-71)
Lihat ayat-ayat lainnya : QS 34:4; 35:7; 36:11, 67:12
12. AKHLAQ YANG BAIK
Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “Sesungguhnya akhlaq yang baik itu menghapus kesalahan (dosa) sebagaimana matahari mencairkan es dan sesungguhnya akhlaq yang buruk itu merusak amal (baik) sebagaimana cuka merusak madu.” (
Bihar al-Anwar 71 : 356)
Rasulullah saww bersabda,“4 hal yang dapat menghapus dosa dan Allah gantikan dengan kebaikan : 1. Shadaqah, 2. Malu, 3. Akhlaq yang baik, 4. Rasa syukur.” (Bihar al-Anwar 71 : 332)
13. MEMPERBANYAK SUJUD
Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saww dan berkata,“Wahai Rasulullah, telah banyak dosa-dosaku tapi sedikit amalku,” maka Rasul saww bersabda, “Perbanyaklah sujud karena sujud itu menggugurkan dosa sebagaimana angin menggugurkan dedaunan dari pohon” (Bihar al-Anwar 85 : 162)
14. HAJJI DAN UMRAH
Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saww telah bersabda, ”Dari satu umrah ke umrah berikutnya merupakan penghapus dosa yang ada di antara keduanya dan hajji yang diterima (Allah) balasannya adalah surga dan ada suatu dosa di antara dosa-dosa yang tidak dapat diampuni kecuali dengan wukuf di ‘Arafah.” (Bihar al-Anwar 99 : 50)
Imam Ali as berkata, ”Menjalani hajji ke Bait Allah dan umrahnya, keduanya menghapus kefakiran dan mencuci dosa.” (Nahjul Balaghah, Khutbah ke 110)
15. BERDOA, BERISTIGHFAR DAN BERZIKIR
Al-Quran yang mulia mengatakan : “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS Al-Nisa [4] ayat 110)
16. BANYAK MEMBACA SHALAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD DAN KELUARGANYA
Imam Ali Ar-Ridha as berkata, “Barangsiapa yang belum mampu untuk menghapus dosa-dosanya maka perbanyaklah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, karena yang demikian itu dapat merontokkan dosa serontok-rontoknya” (Bihar al-Anwar 94 : 47)
17. HIJRAH, BERJIHAD DI JALAN ALLAH & MENAMPUNG KAUM MUHAJIRIN *]
Al-Quran yang mulia mengatakan :”Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya : “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain . Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (QS Ali Imran [3] ayat 195)
“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan , mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki yang mulia.” (QS Al-Anfal [8] ayat 74)
Lihat juga ayat-ayat : QS Al-Shaff [61] : 11-12;
18. KEMATIAN
Rasulullah saww bersabda, “Kematian dapat menjadi penebus dosa-dosa orang-orang beriman.” (Amali lil-Mufid, h. 166)
“Tidak ada do’a mereka selain ucapan:
“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami
dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan
dalam urusan kami
dan tetapkanlah pendirian kami,
dan tolonglah kami terhadap kaum yang ingkar.
”
(QS Ali Imran [3] ayat 147)
“Ya Tuhan kami,
sesungguhnya kami mendengar
(orang) yang menyeru kepada iman :
“Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”,
maka kamipun beriman.
Ya Tuhan kami,
ampunilah bagi kami dosa-dosa kami
dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami,
dan wafatkanlah kami beserta
orang-orang yang banyak berbakti.”

(QS Ali Imran [3] ayat 193)
Amin ya Ilahi Rabbi…
Catatan Kaki :
*] Tentu saja Jihad yang dimaksud dalam ayat ini tidak seperti yang dipahami oleh kaum Wahabi-Salafy dan kelompok teroris lainnya.