http://inilah-bukti-kesesatan-syiah.blogspot.com/
http://www.gensyiah.com/
Kesesatan syiah : 17 Perbedaan Mendasar Syi’ah Dengan Ahlussunnah
pada 13hb Mac 2013 pukul 4.27 pagi
Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Syafi’i dengan Madzhab Maliki.
Karenanya
dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka
berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu
dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan
Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah
Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan?.
Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.
Apa
yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya
pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna
Asyariyah(Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas
pada apa yang mereka ketahui.
Semua itu
dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah
Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar,
sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.
Sedangkan
apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang
sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan
antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i.
Padahal
perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam
masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah
dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka
perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.
Rukun
Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga
berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai
pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga
berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah).
Apabila
ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa
Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda
dan berlainan.
Sehingga tepatlah apabila
ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah
Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.
Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan
sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan
aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah)
1. Rukun Islam
Rukun Islam Ahlussunnah kita ada 5:
- Syahadatain
- As-Sholah
- As-Shoum
- Az-Zakah
- Al-Haj
Rukun Islam Syiah juga ada 5 tapi berbeda:
- As-Sholah
- As-Shoum
- Az-Zakah
- Al-Haj
- Al wilayah
2. Rukun Iman
Rukun Iman Ahlussunnah ada enam:
- Iman kepada Allah
- Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
- Iman kepada Kitab-kitab Nya
- Iman kepada Rasul Nya
- Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
- Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Rukun Iman Syiah ada 5 :
- At-Tauhid
- An Nubuwwah
- Al Imamah
- Al Adlu
- Al Ma’ad
3. Syahadat
Ahlussunnah mempunyai Dua kalimat syahada, yakni: “Asyhadu An La Ilaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”.
Syiah
mempunyai tiga kalimat syahadat, disamping “Asyhadu an Laailaha
illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, masih ditambah dengan
menyebut dua belas imam-imam mereka.
4. Imamah
Ahlussunnah meyakini bahwa para imam tidak termasuk rukun iman. Adapun
jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam,
sampai hari kiamat.Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12)
atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syiah
meyakini dua belas imam-imam mereka, dan termasuk rukun iman.
Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam
mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap
kafir dan akan masuk neraka.
5. Khulafaur Rasyidin
Ahlussunnah mengakui kepemimpinan khulafaurrosyidin adalah sah. Mereka
adalah: a) Abu Bakar, b) Umar, c) Utsman, d) Ali radhiallahu anhum
Syiah
tidak mengakui kepemimpinan tiga Khalifah pertama (Abu Bakar, Umar,
Utsman), karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
(padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).
6. Kemaksuman Para Imam
Ahlussunnah berpendapat khalifah (imam) adalah manusia biasa, yang
tidak mempunyai sifat Ma’shum. Mereka dapat saja berbuat salah, dosa
dan lupa, karena sifat ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.
Sedangkan kalangan syiah meyakini bahwa 12 imam mereka mempunyai
sifat maksum dan bebas dari dosa.
7. Para Sahabat
Ahlussunnah melarang mencaci-maki para sahabat. Sedangkan Syiah
mengangggap bahwa mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa, bahkan
berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka
menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para
sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.
8. Sayyidah Aisyah
Sayyidah Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai oleh
Ahlussunnah. Beliau adalah termasuk ummahatul Mu’minin. Syiah melaknat
dan mencaci maki Sayyidah Aisyah, memfitnah bahkan mengkafirkan beliau.
9. Kitab-kitab hadits
Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah
Kutubussittah : Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan
At-Tirmidz, Sunan Ibnu Majah dan Sunan An-Nasa’i. (kitab-kitab tersebut
beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).
Kitab-kitab
hadits Syiah hanya ada empat : a) Al Kaafi, b) Al Istibshor, c) Man
Laa Yah Dhuruhu Al Faqih, dan d) Att Tahdziib. (Kitab-kitab tersebut
tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh
pengikut-pengikut Syiah).
10. Al-Quran
Menurut Ahlussunnah Al-Qur’an tetap orisinil dan tidak pernah berubah
atau diubah. Sedangkan syiah menganggap bahwa Al-Quran yang ada sekarang
ini tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan
ditambah).
11. Surga
Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul
Nya. dan Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada
Allah dan Rasul Nya. Menurut Syiah, surga hanya diperuntukkan bagi
orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak
taat kepada Rasulullah. Dan neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang
memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.
12. Raj’ah
Aqidah raj’ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah ialah besok di
akhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat
itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.
Raj’ah
adalah salah satu aqidah Syiah, dimana diceritakan bahwa nanti diakhir
zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia
pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah
serta Ahlul Bait yang lain. Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya,
diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian
ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya
diulang-ulang sampai ribuan kali, sebagai balasan atas perbuatan jahat
mereka kepada Ahlul Bait.
Orang Syiah
mempunyai Imam Mahdi sendiri, yang berlainan dengan Imam Mahdi yang
diyakini oleh Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.
13. Mut’ah
Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
Sementara Syiah sangat dianjurkan mut’ah dan hukumnya halal. Halalnya
Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda
agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah
Ali bin Abi Thalib.
14. Khamr
Khamer (arak) najis menurut Ahlussunnah. Menurut Syiah, khamer itu suci.
15. Air Bekas Istinjak
Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci, menurut
ahlussunnah (sesuai dengan perincian yang ada). Menurut Syiah air yang
telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.
16. Sendekap
Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya
sunnah. Menurut Syiah meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri sewaktu
shalat dapat membatalkan shalat. (jadi shalatnya bangsa Indonesia yang
diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah dan
batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).
17. Amin Sesudah Fatihah
Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.
Menurut Syiah mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat
dianggap tidak sah dan batal shalatnya. (Jadi shalatnya Muslimin di
seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam
shalatnya).
Demikian telah kami
nukilkan beberapa perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan
aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Harapan kami semoga
pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut.
Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap). Masihkah mereka
akan dipertahankan sebaga Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan
Muslimin berbeda segalanya).
Sebenarnya
yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar
masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara
Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu,
disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/
dasar agama).
Apabila
tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut,
serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut
dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa
Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah,
terkecuali apabila disesatkan (ditipu). Oleh karena itu, sebagian besar
orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang
tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.
Akhirnya,
setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah
dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim
Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan
kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah.
Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam
menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih
waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang
selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.
Selanjutnya
kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam
menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak
menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun
di luar negri, terulang di negara kita. Semoga Allah selalu melindungi
kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.
SEMOGA BER MANFA'AT.......... AMIN.....YRA................... 5u4r4 4ryo 5uryo Hr.......