Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts
Sunday, 1 November 2015
PENGIRAAN ZAKAT PENGAJIAN : SABAH
https://drive.google.com/open?id=16fpRtkX1CFOCyNT33QQKOvLqUuzYGt1a5g_VQBC3cAg
Saturday, 5 September 2015
PENGERTIAN HAJI DAN UMRAH

Berhaji& Berumrah– Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.
Secara
estimologi (bahasa), Haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut
syara’ berarti Niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus.Temat-tempat
tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka’bah dan
Mas’a (tempat sa’i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah
(tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).
Sedangkan
yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu
dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan
ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah,
melontar jumroh, dan mabit di Mina.
Pengertian Umroh
Umrah
adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan
syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang
mampu. Umroh dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari Arafah yaitu
tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik yaitu tgl 11,12,13 Zulhijah.
Melaksanakan Umroh pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan melakukan
Ibadah Haji (Hadits Muslim) [Kembali ke Menu]
Haji Ifrad, artinya menyendiri
Pelaksanaan
ibadah haji disebut ifrad jika sesorang melaksanakan ibadah haji dan
umroh dilaksanakan secara sendiri-sendiri, dengan mendahulukan ibadah
haji. Artinya, ketika calon jamaah haji mengenakan pakaian ihram di
miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah haji. Jika ibadah hajinya
sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk
melaksanakan ibadah umroh.
Haji Tamattu’, artinya bersenang-senang
Pelaksanaan
ibadah haji disebut Tamattu’ jika seseorang melaksanakan ibadah umroh
dan Haji di bulan haji yang sama dengan mendahulukan ibadah Umroh.
Artinya, ketika seseorang mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya
berniat melaksanakan ibadah Umroh. Jika ibadah Umrohnya sudah selesai,
maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah
Haji.
Tamattu’
dapat juga berarti melaksanakan ibadah Umroh dan Haji didalam
bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang
ke negeri asal.
Haji Qiran, artinya menggabungkan
Pelaksanaan
ibadah Haji disebut Qiran jika seseorang melaksanakan ibadah Haji dan
Umroh disatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah
haji dan umrah. Haji Qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak
miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai
selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. [Kembali ke Menu]
Rukun haji :
- Ihram
- Thawaf Ziyarah (disebut juga dengan Thawaf Ifadhah)
- Sa’ie
- Wuquf di padang Arafah
Apabila
salah satu rukun haji di atas tidak dilaksanakan maka hajinya batal.
Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa rukun haji hanya ada 2 yaitu:
Wuquf dan Thawaf. Ihram dan Sa’I tidak dimasukkan ke dalam rukun karena
menurut beliau, ihram adalah syarat sah haji dan sa’I adalah yang wajib
dilakukan dalam haji (wajib haji). Sementara Imam syafi’ie berpendapat
bahwa rukun haji ada 6 yaitu: Ihram, Thawaf, Sa’ie, Wuquf, Mencukur
rambut, dan Tertib berurutan).(Kitabul Fiqh Ala Madzhabil Arba’ah
1/578).
Wajib Haji
- Iharam dimulai dari miqat yang telah ditentukan
- Wuquf di Arafah sampai matahari tenggelam
- Mabit di Mina
- Mabit di Muzdalifah hingga lewat setengah malam
- Melempar jumrah
- Mencukur rambut
- Tawaf Wada
Syarat-syarat Wajib Haji
- Islam
- Berakal
- Baligh
- Mampu
[Kembali ke Menu]
Tidak
boleh bagi seseorang berhaji untuk orang lain kecuali setelah ia
berhaji untuk dirinya sendiri. Rasulullah bersabda: Berhajilah untuk
dirimu sendiri, kemudian engkau berhaji untuknya. [Kembali ke Menu]
Tidaklah
wajib bagi anak-anak untuk berhaji kecuali ia telah baligh. Namun jika
ia telah berhaji maka hajinya sah sebagaimana yang telah diriwayatkan
Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah r berjumpa dengan seorang berkendaraan
dikawasan Ar-Rauha beliau bersabda: Siapakah kalian? Mereka menjawab:
Kami orang-orang muslim, mereka balik bertanya: Siapa anda? Beliau
menjawab: Saya Rasul Allah. Lalu ada seorang anak gadis yang masih kecil
bertanya: Apakh ini yang disebut haji? Beliau menjawab: Ya dan bagimu
pahala (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan An Nasa dishahihkan oleh At
Tirmidzi). [Kembali ke Menu]
Rangkaian kegiatan ibadah Haji
- Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, calon jamaah haji mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
- Calon jamaah haji memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), sesuai miqatnya, kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka..
- Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua calon jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib datang.
- Tanggal 9 Dzulhijjah malam, jamaah menuju ke Muzdalifah untuk mabbit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya.
- Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah mabbit) jamaah meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar Jumroh
- Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan ibadah melempar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumroh Aqobah sebagai simbolisasi mengusir setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut atau sebagian rambut.
- Jika jamaah mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk Tawaf Haji (menyelesaikan Haji)
- Sedangkan jika mengambil nafar akhir jamaah tetap tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan (Ula dan Wustha).
- Tanggal 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
- Tanggal 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
- Jamaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’ (Thawaf perpisahan) sebelum pulang ke negara masing-masing
[Kembali ke Menu]
- Diawali dengan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
- mengenakan pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
- Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika ‘umrotan atau Labbaikallahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.
- Sesampai Masjidil Haram menuju ka’bah, lakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran.3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri. Setiap putaran menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
- Shalat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
- Selanjutnya Sa’i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shodaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya. Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
- Mencukur rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
- Ibadah Umroh selesai
[Kembali ke Menu]
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menunaikan ibadah Haji
- Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
- Karena ibadah Haji adalah ibadah fisik, maka perlu mempersiapkan mental untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan stamina tinggi, keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
- Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarg yang ditinggalkan.
- Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
- Melaksanakan janji yang pernah diucapkan.
- Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga yang akan ditinggalkan.7. Memohon do’a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
- Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, dan mengikuti kegiatan manasik haji.
- Mempersiapkan obat-obatan pribadi selama menjalankan ibadah haji.
- Mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk keperluan selama perjalanan ibadah Haji:
Perlengkapan Pria
- Kain Ihram dua stel
- Baju sehari-hari secukupnya
- Ikat pinggang
- Keperluan mandi
Perlengkapan Wanita
- Mukena minimal 2 buah
- Pakaian ihram (rok putih dan mukena atas putih) 2 set
- Pakaian sehari-hari secukupnya
- Kaos kaki secukupnya
Perlengkapan untuk Pria dan Wanita
- Pakaian penghangat
- Selimut
- Sandal jepit
- Sepatu sandal atau sendal gunung
- Obat-obatan pribadi
- Gunting kecil utk Tahallul
- Payung
- Senter kecil (untuk penerangan saat mengambil batu di Musdalifah)
- Kantong kecil untuk menyimpan batu kerikil persiapan melempar jumroh
- Kantong sandal untuk tempat sandal saat di Masjid
- Pelembab atau cream, gunakan untuk tangan dan kaki
- Biaya untuk dam, kurban dsb.
[Kembali ke Menu]
Makkah Al Mukaromah
Di
kota Makkah Al-Mukaromah inilah terdapat Masjidil Haram yang didalamnya
terdapat Ka’bah yang merupakan kiblat ibadah umat Islam sedunia. Dalam
rangkaian perjalanan ibadah haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan
penutup ibadah haji.
Padang Arafah
Padang
Arafah terdapat di sebelah timur Kota Makkah. Padang Arafah dikenal
sebagai tempat pusatnya haji, sebagai tempat pelaksanaan ibadah wukuf
yang merupakan rukun haji. Di Padang Arafah juga terdapat Jabal Rahmah
tempat pertama kali pertemuan Nabi Adam dan Hawa. Di luar musim haji,
daerah ini tidak dipakai.
Kota Muzdalifah
Kota
ini tidak jauh dari kota Mina dan Arafah Mota Muzdalifah merupakan
tempat jamaah calon haji melakukan Mabit (bermalam) dan mengambil batu
untuk melontar Jumroh di Kota Mina.
Kota Mina
Kota
Mina merupakan tempat berdirinya tugu (jumrah), yaitu tempat
pelaksanaan melontarkan batu ke tugu (jumrah) sebagai simbolisasi
tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Disana terdapat tiga jumrah
yaitu jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha.
Monday, 10 November 2014
SAAT KEWAFATAN RASULULLAH SAW YANG SEBENAR..
Berikut di bawah yang diceritakan ini merupakan SAAT KEWAFATAN RASULULLAH SAW YANG SEBENAR..
Kewafatan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW jatuh gering tiga bulan setelah baginda pulang ke Madinah setelah menunaikan Haji Terakhir*1.
Kegeringan Rasulullah SAW di dalam rumah Maymunah*2 dan berlarutan selama 10 hari*3. Rasulullah SAW wafat pada hari Isnin, dua belas haribulan Rabiulawal*4, ketika baginda berusia 63 tahun*5.
Perkaranya sahih bahawa Rasulullah SAW merungut semenjak pada tahun ketujuh Hijrah, sebaik sahaja setelah penaklukkan Khaybar, apabila baginda memakan sketul daging beracun yang diberikan kepada isteri baginda oleh Salam ibn Mashkan, seorang Yahudi.
Walaupun Rasulullah SAW telah meludahnya keluar dari mulut baginda dan tidak menelan daging tersebut, racun itu masih berbisa dalam diri baginda*6. Rasulullah SAW memberitahu isteri-isteri baginda bahawa baginda ingin dijagai dan dirawati di rumah ‘Aishah (Umm al Mu’minun). *7
Aishah seringkali menyapu peluh-peluh baginda dengan tangan beliau sendiri kerana kerahmatan ketika membaca surah-surah Mu’awwadhatayn, dua surah terakhir dalam al- Quran. *8
“Bolehkah aku menulis sesuatu untuk kamu supaya kamu tidak akan tersesat?”
Mereka masih belum berkeputusan sama ada dikalangan sahabat hendak mencapai bahan- bahan penulisan, dan sahabat yang lainnya khuatir jika perbuatan ini akan mengganggu kepada Rasulullah SAW. Terdapat pembuktian untuk menyokong kenyataan ini yang meyakini bahawa untuk membawa bahan-bahan penulisan bukanlah suatu perintah mustahak sebagai satu pendirian.
Apabila Umar ra berkata, “Kitab Allah SWT (al Quran) memadai untuk kita,” Rasulullah SAW tidak mengulangi pendirian ini. Jikalah sesuatu perkara wajib yang hendak disampaikan baginda, maka baginda sudah pasti menyatakannya kepada mereka, seperti mana Rasulullah SAW menyatakan ketika kegeringan ini, secara lisannya supaya mereka membuang segala penyembahan berhala di Semenanjung Arab dan melayani delegasi-delegasi(orang luar) dengan penuh kehormatan dan baik hati*9 .
Rasulullah SAW memanggil Fatimah ra, dan mengatakan sesuatu secara rahsia, dan Fatimah ra menangis.Kemudian Rasulullah SAW memanggil Fatimah dan menyatakan sesuatu secara rahsia, dan Fatimah ketawa. Setelah kewafatan Rasulullah SAW , Fatimah ra memberitahu bahawa baginda telah memberitahu beliau bahawa baginda akan wafat(meninggal dunia) , sebab ini beliau(Fatimah) telah menangis; kemudian baginda memberitahu beliau, bahawa beliau akan menjadi orang pertama dalam keluarga yang akan menyertai baginda, maka Fatimah ketawa*10. Perkara ini telah terbukti . Ia suatu kelebihan dan tanda-tanda kerasulan.
Kegeringan Rasulullah SAW menjadi berat dan telah menghalang baginda daripada keluar dari tempat berehat untuk mengimamkan orang- orang Islam dalam solat. Rasulullah SAW bersabda,
“Beritahu Abu Bakar ra untuk mengimamkan mereka di dalam solat.”
Aishah menegah baginda daripada melakukannya, kerana beliau khuatir orang-orang Islam akan menganggap bapa beliau sebagai suatu alamat yang buruk. Fatimah ra berkata,
“Abu Bakar ra seorang lelaki baik hati, suara beliau lemah lembut dan menangis-nangis apabila mereka membaca ayat-ayat al-Quran*11.
Khutbah terakhir Rasulullah SAW telah disampaikan lima hari sebelum kewafatan. Di dalam khutbah Rasulullah SAW ini, baginda bersabda,
“Terdapat seorang hamba Allah SWT yang telah ditunjukkan dunia ini dan kecantikannya, tetapi telah memilih Akhirat.”
Abu Bakar ra memahami bahawa Rasulullah SAW bermaksudkan beliau, maka beliau menangis. Orang- orang Islam melihat beliau dengan tergamam, sebab mereka tidak memahami pengertian begitu*14.
Solat al Fajr, pada hari kewafatan Rasulullah SAW, ketika ia didirikan, Rasulullah SAW telah menarik tirai bilik Aishah dan melihat orang-orang Islam yangs edang dalam saf untuk solat.
Kemudian baginda tersenyum dan ketawa, seakan-akan baginda menyatakan selamat tinggal kepada mereka. Orang-orang Islam telah dilanda kegembiraan kerana Rasulullah SAW telah keluar dari bilik baginda. Abu Bakar ra telah berundur ke belakang, kerana beliau menyangka bahawa Rasulullah saw akan keluar untuk mengimamkan solat tetapi Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan tangan untuk menyudahkan solat tersebut. Kemudian baginda masuk semula ke biliknya dan menarik tirai.
Fatimah memasuki dan berkata
“Bagaimanakah sakitnya bapa aku!”
Rasulullah SAW bersabda,
“Bapa kamu tidak akan menderita sebarang kesakitan setelah hari ini.” *15
Usamah ibn Zayd memasuki bilik baginda, dan Rasulullah SAW berdoa dengan senyapnya untuk beliau dengan suatu isyarat; baginda tidak boleh berkata-kata kerana kegeringan yang begitu berat. *16
Apabila kematian tiba, baginda sedang bersandar di dada Aishah ra. Beliau(Aishah ra) telah mengambil “siwak”(sugi) daripada saudara lelakinya ‘Abd al Rahman, dan mengunyah hujungnya dan Rasulullah SAW telah mencuci gigi baginda dengannya. *17 .
“La ilaha illa Allah, wujudnya keazaban maut.” *18
Suara Rasulullah SAW menjadi parau ketika baginda sedang bersabda:
“ Dalam saksi dan di sisi orang-orang Islam yang dikurniakan kemuliaan Allah SWT..”(Surah al Nisa’ [4:69]*19dan, “Sesungguhnya Penghuni Termulia di Syurga.”
Kemudian Aishah ra menyedari bahawa Rasulullah SAW telah diberikan pilihan, dan baginda memilih para sahabat yang Terpuji. *20
Rasulullah SAW hanyalah seorang nabi dan rasul, pesuruhNya: bergitu ramai nabi-nabi dan rasul yang telah wafat sebelum baginda. Jika baginda wafat atau terbunuh, apakah kamu juga turut meninggalkan Islam?
Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul yang sudahpun didahului oleh beberapa orang Rasul (yang telah mati atau terbunuh). Jika demikian, kalau ia pula mati atau terbunuh, (patutkah) kamu berbalik (berpaling tadah menjadi kafir)? Dan (ingatlah), sesiapa yang berbalik (menjadi kafir) maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikitpun; dan (sebaliknya) Allah akan memberi balasan pahala kepada orang-orang yang bersyukur (akan nikmat Islam yang tidak ada bandingannya itu). (Surah ali ‘Imran [3:144])
Kemudian, orang-orang Islam menjadi senyap. “Umar melutut ke bumi, kerana kaki-kaki beliau tidak mampu lagi menyanggah Abu Bakar ra. Seakan –akan mereka tidak pernah mendengar ayat ini sehingga ketika ini. *21
Fatimah ra berkata
“Wahai bapaku, baginda menyahut panggilan Tuhannya, wahai bapaku, tempat tinggal baginda ialah taman syurga, wahai bapaku, kami mengumumkan kewafatannya kepada Jibril. *22
Semoga Allah SWT mengurniakan kesejahteraan dan KerahmatanNya kepada RasulNya dan keluarga baginda.
“Segala puji-pujian untuk Allah SWT, Seru Sekalian Alam”
Wa al Hamdu li Allah Rabb al ‘Alamin.
Assalamualaikum.
Kewafatan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW jatuh gering tiga bulan setelah baginda pulang ke Madinah setelah menunaikan Haji Terakhir*1.
Kegeringan Rasulullah SAW di dalam rumah Maymunah*2 dan berlarutan selama 10 hari*3. Rasulullah SAW wafat pada hari Isnin, dua belas haribulan Rabiulawal*4, ketika baginda berusia 63 tahun*5.
Perkaranya sahih bahawa Rasulullah SAW merungut semenjak pada tahun ketujuh Hijrah, sebaik sahaja setelah penaklukkan Khaybar, apabila baginda memakan sketul daging beracun yang diberikan kepada isteri baginda oleh Salam ibn Mashkan, seorang Yahudi.
Walaupun Rasulullah SAW telah meludahnya keluar dari mulut baginda dan tidak menelan daging tersebut, racun itu masih berbisa dalam diri baginda*6. Rasulullah SAW memberitahu isteri-isteri baginda bahawa baginda ingin dijagai dan dirawati di rumah ‘Aishah (Umm al Mu’minun). *7
Aishah seringkali menyapu peluh-peluh baginda dengan tangan beliau sendiri kerana kerahmatan ketika membaca surah-surah Mu’awwadhatayn, dua surah terakhir dalam al- Quran. *8
Rujukan *:Ketika kematian semakin hampir kerana kegeringan baginda bertambah-tambah, baginda bersabda kepada sahabat,
- Ibn Kathir mengatakan bahawa Rasulullah SAW wafat 81 hari setelah Hari Haji Besar( al Bidayah wa al Nihayah, 5/101)
- Ibn Hajar berkata bahawa ini laporan yang telah dipersetujui. Laporan lain yang berbeza mengatakan bahawa baginda gering ketika di rumah Zainab bt Jahsh atau Rihanah. Fath al Bari, 8/129
- Sulayman al Timi menegaskan perkara ini. Al Bayhaqi meriwayatkannya dengan satu isnad sahih. Lebih tepat 13 hari. Ibn Hajar, Fath al Bari, 8/129
- Al Hafiz ibn Hajar berpegang kepada pendirian Abu Mikhnaf bahawa Rasulullah SAW wafat pada 12 R’ Awal dan lain-lainnya tersilap menambah “ashar”(sepuluh) kepada “thanin” (dua). Ibn Hajar, Fath al Bari, 8/130
- Sahih al Bukhari, (Ibn Hajar, Fath al Bari,8/150)
- Ibid, 8/131
- Ibid,8/27, Ahmad, Al Musnad,(al Fath al Rabbanu, 21/226), dengan satu isnad sahih.
- Sahih al Bukhari(Ibn Hajar, Fath al Bari,8/131)
“Bolehkah aku menulis sesuatu untuk kamu supaya kamu tidak akan tersesat?”
Mereka masih belum berkeputusan sama ada dikalangan sahabat hendak mencapai bahan- bahan penulisan, dan sahabat yang lainnya khuatir jika perbuatan ini akan mengganggu kepada Rasulullah SAW. Terdapat pembuktian untuk menyokong kenyataan ini yang meyakini bahawa untuk membawa bahan-bahan penulisan bukanlah suatu perintah mustahak sebagai satu pendirian.
Apabila Umar ra berkata, “Kitab Allah SWT (al Quran) memadai untuk kita,” Rasulullah SAW tidak mengulangi pendirian ini. Jikalah sesuatu perkara wajib yang hendak disampaikan baginda, maka baginda sudah pasti menyatakannya kepada mereka, seperti mana Rasulullah SAW menyatakan ketika kegeringan ini, secara lisannya supaya mereka membuang segala penyembahan berhala di Semenanjung Arab dan melayani delegasi-delegasi(orang luar) dengan penuh kehormatan dan baik hati*9 .
Rasulullah SAW memanggil Fatimah ra, dan mengatakan sesuatu secara rahsia, dan Fatimah ra menangis.Kemudian Rasulullah SAW memanggil Fatimah dan menyatakan sesuatu secara rahsia, dan Fatimah ketawa. Setelah kewafatan Rasulullah SAW , Fatimah ra memberitahu bahawa baginda telah memberitahu beliau bahawa baginda akan wafat(meninggal dunia) , sebab ini beliau(Fatimah) telah menangis; kemudian baginda memberitahu beliau, bahawa beliau akan menjadi orang pertama dalam keluarga yang akan menyertai baginda, maka Fatimah ketawa*10. Perkara ini telah terbukti . Ia suatu kelebihan dan tanda-tanda kerasulan.
Kegeringan Rasulullah SAW menjadi berat dan telah menghalang baginda daripada keluar dari tempat berehat untuk mengimamkan orang- orang Islam dalam solat. Rasulullah SAW bersabda,
“Beritahu Abu Bakar ra untuk mengimamkan mereka di dalam solat.”
Aishah menegah baginda daripada melakukannya, kerana beliau khuatir orang-orang Islam akan menganggap bapa beliau sebagai suatu alamat yang buruk. Fatimah ra berkata,
“Abu Bakar ra seorang lelaki baik hati, suara beliau lemah lembut dan menangis-nangis apabila mereka membaca ayat-ayat al-Quran*11.
Rujukan *:Tetapi Rasulullah SAW mendesaknya juga. Maka, Abu Bakar ra keluar dari tempat berehat Rasulullah SAW dan mengimamkan mereka dalam solat*12. Rasulullah SAW keluar dari bilik baginda Cuma sekali, dibantu oleh Al Abbas, dan Ali, mengimamkan orang-orang Islam dalam solat dan menyampaikan ucapan memuji Abu Bakar ra dan menerangkan kelebihan-kelebihan beliau. Rasulullah SAW menyatakan bahawa Allah SWT telah memberikan beliau(Abu Bakar ra) pilihan samaada memilih dunia ini atau Akhirat, dan beliau telah memilih Akhirat*13.
9. Ibid, 8/132
10. Ibid, 8/135
11. Ibn Hisyam, Sirah, 4/330, dengan satu isnad sahih, Ibn Kathir, al Bidayah wa al Nihayah, 5/233
Khutbah terakhir Rasulullah SAW telah disampaikan lima hari sebelum kewafatan. Di dalam khutbah Rasulullah SAW ini, baginda bersabda,
“Terdapat seorang hamba Allah SWT yang telah ditunjukkan dunia ini dan kecantikannya, tetapi telah memilih Akhirat.”
Abu Bakar ra memahami bahawa Rasulullah SAW bermaksudkan beliau, maka beliau menangis. Orang- orang Islam melihat beliau dengan tergamam, sebab mereka tidak memahami pengertian begitu*14.
Solat al Fajr, pada hari kewafatan Rasulullah SAW, ketika ia didirikan, Rasulullah SAW telah menarik tirai bilik Aishah dan melihat orang-orang Islam yangs edang dalam saf untuk solat.
Kemudian baginda tersenyum dan ketawa, seakan-akan baginda menyatakan selamat tinggal kepada mereka. Orang-orang Islam telah dilanda kegembiraan kerana Rasulullah SAW telah keluar dari bilik baginda. Abu Bakar ra telah berundur ke belakang, kerana beliau menyangka bahawa Rasulullah saw akan keluar untuk mengimamkan solat tetapi Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan tangan untuk menyudahkan solat tersebut. Kemudian baginda masuk semula ke biliknya dan menarik tirai.
Fatimah memasuki dan berkata
“Bagaimanakah sakitnya bapa aku!”
Rasulullah SAW bersabda,
“Bapa kamu tidak akan menderita sebarang kesakitan setelah hari ini.” *15
Usamah ibn Zayd memasuki bilik baginda, dan Rasulullah SAW berdoa dengan senyapnya untuk beliau dengan suatu isyarat; baginda tidak boleh berkata-kata kerana kegeringan yang begitu berat. *16
Apabila kematian tiba, baginda sedang bersandar di dada Aishah ra. Beliau(Aishah ra) telah mengambil “siwak”(sugi) daripada saudara lelakinya ‘Abd al Rahman, dan mengunyah hujungnya dan Rasulullah SAW telah mencuci gigi baginda dengannya. *17 .
Rujukan *:Rasulullah SAW dalam saat kewafatan memasukkan tangan baginda ke dalam sebuah bekas air, dan menyapu mukanya, sambil bersabda,
12. Ibn Kathir,op .cit, 5/233
13. Sahih Bukhari, Ibn Hajar, Fath al Bari, 8/27. Lihat juga Ahmad, al Musnad al Fath al rabbani, 21/231; Ibn Kathir, al Bidayah wa al Nihayah, 5/229-230
14. Ahmad, Musnad(al Fath al Bari, 21/222,catatan nota kaki no 3). Turkat al Nabi, yang diriwayatkan oleh al Bukhari, Muslim, Ahmad dan al Bayhaqi, dengan satu isnad orang-orang thiqah(soleh) tetapi mursal.
15. Sahih al Bukhari (Ibn Hajar, Fath al Bari, 8/149)
16. Ibn Hisyam, Sirah, 4/329 dengan satu isnad sahih
17. Sahih al Bukhari (Fath al Bari, 8/138)
“La ilaha illa Allah, wujudnya keazaban maut.” *18
Suara Rasulullah SAW menjadi parau ketika baginda sedang bersabda:
“ Dalam saksi dan di sisi orang-orang Islam yang dikurniakan kemuliaan Allah SWT..”(Surah al Nisa’ [4:69]*19dan, “Sesungguhnya Penghuni Termulia di Syurga.”
Kemudian Aishah ra menyedari bahawa Rasulullah SAW telah diberikan pilihan, dan baginda memilih para sahabat yang Terpuji. *20
Rasulullah SAW hanyalah seorang nabi dan rasul, pesuruhNya: bergitu ramai nabi-nabi dan rasul yang telah wafat sebelum baginda. Jika baginda wafat atau terbunuh, apakah kamu juga turut meninggalkan Islam?
Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul yang sudahpun didahului oleh beberapa orang Rasul (yang telah mati atau terbunuh). Jika demikian, kalau ia pula mati atau terbunuh, (patutkah) kamu berbalik (berpaling tadah menjadi kafir)? Dan (ingatlah), sesiapa yang berbalik (menjadi kafir) maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikitpun; dan (sebaliknya) Allah akan memberi balasan pahala kepada orang-orang yang bersyukur (akan nikmat Islam yang tidak ada bandingannya itu). (Surah ali ‘Imran [3:144])
Kemudian, orang-orang Islam menjadi senyap. “Umar melutut ke bumi, kerana kaki-kaki beliau tidak mampu lagi menyanggah Abu Bakar ra. Seakan –akan mereka tidak pernah mendengar ayat ini sehingga ketika ini. *21
Fatimah ra berkata
“Wahai bapaku, baginda menyahut panggilan Tuhannya, wahai bapaku, tempat tinggal baginda ialah taman syurga, wahai bapaku, kami mengumumkan kewafatannya kepada Jibril. *22
Semoga Allah SWT mengurniakan kesejahteraan dan KerahmatanNya kepada RasulNya dan keluarga baginda.
“Segala puji-pujian untuk Allah SWT, Seru Sekalian Alam”
Wa al Hamdu li Allah Rabb al ‘Alamin.
Rujukan *:Tidak kira siapa yang mengajarmu ttg agama itu adalah Tok guru, mursyid sekalipun..sebagai seorang islam jdilah pengkaji agamamu sndri..rujuklah kembali..dan berkali2..Tegakkan yang HAK tinggalkan yang BATIL
18. Ibid, 8/144
19. Ibid, 8/136
20. Ibid, Ibn Hisyam,Sirah, 4/329, dengan satu isnad sahih.
21. Sahih al Bukhari (Fath al Bari, 8/45)
22.Ibid, 8/149
Assalamualaikum.
Thursday, 7 August 2014
SURAH JIN
Tiap lunch hour jumaat, kami ada grup discussion..Jumaat baru ni aku
umum dlm grup watsap nak buat surah jin...lantas semua bersetuju,
gembira' sekali..terus seorang ahli yg baru sebulan setengah berpindah
ke PUTRAJAYA .. mohon dirakamkan ke SKYPE..supaya dia boleh ikuti
perbincangan ON AIR.. wadui waduiih !! ini udah kali kedua..canggih
sekali !!..ayuh ikuti kisah nyaa
Surah Jin telah di wahyukan kpd baginda nabi saw mengisahkan perihal segolongan jin yg telah terdengar baginda membaca ayat2 quran dan reaksi mereka..Didalam surah ini juga
diceritakan hakikat kewujudan mereka, kisah2 masyarakat mereka, agama mereka dsb.....

Katakanlah (wahai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadaku, bahawa sesungguhnya satu rombongan jin telah mendengar (al Quran yang aku bacakan), lalu mereka (menyampaikan hal itu kepada kaumnya dengan) berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengar al Quran (sebuah Kitab Suci) yang susunannya dan kandungannya sungguh menakjubkan!
Berkata ibn abbas ra bahawa nabi s.a.w. tidak pernah membacakan kepada jin al Quran dan tidak pernah melihat mereka. (Muslim, Tirmidhi, Musnad Ahmad, Ibn Jarir).
Ayat ini mengkhabarkan kpd nabi saw bahwa jin mendengar dan memahami apa yg dibaca oleh baginda saw. Malahan mereka memahami maksud dan keindahan ayat2 suci alquran.
Telah di ceritakan bahawa ketika Sahl bin Abdillah berada di negara 'Ad, dia terlihat kesan sebuah kota yang di tengahnya terdapat sebuah gedung batu terukir yang dihuni oleh jin. Dia pun masuk ke dalam gedung itu, dan di lihatnya ada seorang lelaki yang tinggi besar sedang solat mengadap kiblat...memakai jubah yang dibuat daripada bulu yang sangat indah. Sahl bin Abdullah kagum melihat tubuh orang itu yang tinggi besar, lebih dikaguminya.. keindahan jubahnya.
Kemudian dia pun memberi salam kepadanya. Lalu lelaki itu menjawab salamnya dan berkata: "Hai Sahl, sesungguhnya badan itu tidak merosakkan pakaian tetapi yang merosakkan pakaian adalah bau dosa dan makanan yang haram. Jubah yang aku pakai ini berusia tujuh ratus tahun dan dalam jangka waktu itu aku bertemu dengan Isa dan Muhammad (alaihimas salam). Aku beriman kepada keduanya."
Maka, berkatalah Sahl: "Siapakah tuan?" Lelaki itu menjawab: "Aku termasuk di antara yang disebutkan di dalam ayat: "qul uhiya ilayya annahus tama'a nafarun minaljinni."
(riwayat Ibnu Jauzi di dalam kitab Shafwatus Safwan dengan sanadnya dari Sahl bin Abdillah)


`... yang memberi panduan ke jalan yang betul, lalu kami beriman kepadanya, dan kami tidak sekali-kali akan mempersekutukan sesuatu makhluk dengan Tuhan kami.
Ungkapan ini adalah pengisytiharan bahwa..
1..Nubuwah dan wahyu tidak wujud dikalangan jin.
2.. Kaum jin ini serta merta beriman kpd Allah swt setelah mendengar bacaan nabi saw .. ..berbeza dgn sifat mushrikin quraish...tidak mendapat manafaat dari alquran padahal nabi saw adalah dari keturunan mereka, dibacakan dlm bahasa mereka.
3..Didalam
surah Al Ahqaf 29-30..Allah mewahyukan bahwa sekumpulan jin yg telah
mendengar bacaan nabi saw adalah pengikut Taurat..mereka terus beriman
kpd Al Quran dan berdakwah kpd kaum mereka

`Dan sesungguhnya sebelum ini ada pemimpin kami yang kurang akal yg mengatakan terhadap Allah kata-kata yang melampaui kebenaran..
Sebelum ini,mereka beriman dgn agama yg direka2 oleh pemimpin2 mereka yg jahil. ..iaitu pengikut2 iblis dan ulama mereka yg beragama yahudi, kristian , hindu, majusi dll

`Dan sesungguhnya kami menyangka bahawa manusia dan jin tidak sekali-kali akan berani mengatakan sesuatu yang dusta terhadap Allah.
Mengikut imam ar razi...ini adalah pengakuan mereka bahwa mereka telah terjerumus dlm kejahilan dan kesesatan disebabkan taqlid buta kpd pemimipin2 mereka terdahulu..
Mereka mentaati orang2 alim mereka kerana mereka tidak pernah terfikir ulama mereka sanggup menipundalam hal2 agama..

`Dan bahawa sesungguhnya beberapa orang dari manusia, memohon perlindungan dari ketua-ketua golongan jin, maka dengan permintaan itu mereka menjadikan golongan jin bertambah angkuh dan jahat.
Di dalam ayat ini, jin sendiri yang menceritakan hubungan manusia dengan mereka.
Mujahid menafsirkan.. iaitu karena manusia pergi memperlidungkan diri kepada jin, maka si jin itu menjadi sombong.
Qatadah, Abul 'Aliyah, Rabi' dan Ibnu Zaid menafsirkan...Oleh karena manusia telah pergi memperlindungkan diri kepada jin, dia pun diperbodoh oleh jin itu, sehingga makin lama fikirannya dikacau dan ditakut oleh jin. Padahal Allah menentukan tempat takut hanyalah Allah.
Qatadah mengatakan bahwa apabila dia meminta perlindungan kepada jin selain dari Allah, maka jin makin menambahkan gangguannya dan membuatnya semakin takut.
Sa'di bin Jubair menafsirkan, bahwa lantaran si manusia itu memperlindungkan diri kepada jin, maka bertambah lama bertambah condonglah si manusia tadi kepada kekufuran.
Al-Qurthubui menegaskan...Tidak tersembunyi lagi bahwa pergi memperlindungkan diri kepada jin, bukan kepada Allah adalah syirik dan kufur.
As-Saddi mengatakan bahwa dahulu bila seseorang melakukan perjalanan bersama keluarganya,.. dan di suatu tempat ia turun berehat, maka ia mengatakan..Aku berlindung dgn pemimpin jin lembah ini agar aku jangan diganggu atau hartaku atau anakku atau ternakku.
Dan tersebutlah bahwa pada mulanya apabila manusia turun berehat di suatu tempat, maka jin yang menghuni tempat itu melarikan diri. Tetapi pemimpin manusia mengatakan...Kami mohon perlindungan pimpinan jin, penghuni lembah ini.
Maka jin berkata...Nampaknya manusia takut kepada kita, sebagaimana kita dulu takut kepada mereka.
Akhirnya mereka mengganggu manusia sehingga manusia menjadi bertambah takut dan gerun kpd jin dan kadang2 sehingga histeria dan berpenyakit gila.
Jin2 itu pernah berkata sesama mereka ' nampaknya kita menjadi raja manusia dan jin sekaligus..


`Dan
bahawa sesungguhnya kami telah berusaha mencuri berita langit, lalu
kami dapati langit itu penuh dengan pengawal-pengawal yang sangat kuat
kawalannya, dan (dengan rejaman-rejaman) api yang menyala.
Telah diceritakan oleh Ibn Abbas ra...diriwayatkan oleh al Bukhari bahwa baginda s.a.w. bersama rombongan sahabat telah menuju ke pasar Ukaz.
Ketika
itu juga, jin dan syaitan telah dihalang mendengar perbualan malaikat
dilangit..mereka dihalang oleh lontaran bintang2 berapi Lalu mereka
pulang dan menceritakan hal tersebut kpd kaum mereka. Mereka pun berkata
.."Kita tidak mungkin terhalang dari berita langit melainkan kerana ada sesuatu berlaku. Bertebaranlah kalian ke Timur dan Barat dan lihat apa sebenar telah berlaku."
Maka,
bertebaranlah mereka ke Timur dan Barat sehingga sebahagian daripada
mereka tiba di Tuhamah. Ketika itu nabi s.a.w. sedang solat Subuh.
Mereka mendengar bacaan nabi saw dgn khusyu' lalu berkata: "Demi Allah,
inilah yang menghalang kita untuk mendapatkan berita dari langit."
Lalu
mereka pun pulang kpd kaum mereka sambil berkata ..Wahai kaum kami !
kami telah mendengar bacaan quran yg mena'jubkan membimbing ke jalan
kebijaksanaan dan kami beriman kpd nya... Maka, turunlah ayat ini . [At
Tirmizi, juz 5, hal 98-99, hadis 3379] (Diriwayatkan oleh al Bukhari dan
at Tirmizi dan yang lainnya)
Padahal sesungguhnya kami dahulu biasa menduduki tempat-tempat (perhentian) di langit untuk mendengar.. maka sekarang sesiapa yang cuba mendengar, akan mendapati api yang menyala yang menunggu merejamnya
Padahal sesungguhnya kami dahulu biasa menduduki tempat-tempat (perhentian) di langit untuk mendengar.. maka sekarang sesiapa yang cuba mendengar, akan mendapati api yang menyala yang menunggu merejamnya
Imam Ahmad,Tirmidzi dan Nasa'i telah meriwayatkan dari Ibn Abbas...
Jin2 punyai tempat yg khusus dilangit untuk mendengar wahyu. Apabila mereka mendengar satu kalimah,mereka menokok-tambah dgn 9 perkara. Kalimah yg mereka dengar itu adalah benar, manakala yg mereka tambah adalah bathil. Tetapi tiba2 langit dikawal dan dihujani bebola api.Lalu mereka mengadu kpd iblis. Iblis berkata..ini semua adalah disebabkan sesuatu berlaku didunia ini lalu ia mengutuskan perisik2 nya untuk menyiasat.. Akhirnya mereka ketemu rasulullah saw yg sedang solat subuh dicelah dua buah bukit mekah.
Mereka terus beritahu iblis dan dia berkata...inilah peristiwa yg berlaku didunia ini.

`Dan
bahawa sesungguhnya kami tidak mengetahui adakah (dengan adanya kawalan
langit yang demikian). Tuhan hendak menimpakan bala bencana kepada
penduduk bumi, atau pun Tuhan hendak melimpahkan kebaikan kepada mereka.
Sebelum
itu memang pernah juga terjadi pelemparan bintang-bintang api tetapi tidak banyak ,hanya
sesekali saja.
Al-Abbas menceritakan.. bahwa kami sedang duduk bersama Rasulullah saw., tiba-tiba ada bintang yang dilemparkan (di langit) sehingga bintang itu menyala terang.
Maka Rasulullah saw. bertanya, “Bagaimanakah pendapat kalian tentang peristiwa ini?” Kami menjawab, “Kami beranggapan bahwa ada seorang yang besar dilahirkan, atau ada orang besar meninggal dunia.”
Maka Rasulullah saw. menjawab, “Bukan demikian, tetapi apabila Allah memutuskan suatu urusan di langit, maka para malaikat bergetar mengepak-ngepakkan sayapnya karena ketakutan terhadap firman-Nya, dari sayap mereka keluar bunyi seperti rantai yang dijatuhkan di atas batu licin. Dan apabila ketakutan telah dihilangkan dari hati mereka, maka sebagian dari mereka bertanya kepada sebagian yang lain, “Apakah yang difirmankan oleh Tuhan kalian?” Maka mereka menjawab “Al Haq, dan Dialah Yang Mahatinggilagi Mahabesar.”
Lalu pembicaraan itu dicuri dengar oleh syaitan2 yang mencuri-curi dilangit. Syaitan2 itu sebagian berada diatas sebagian yang lainnya. Lalu syaitan yg mendengar itu menyampaikannya kepada temannya yang ada dibawahnya, lalu si penerima berita menyampaikannya lagi kepada temannya yang ada di bawahnya. Demikianlah seterusnya hingga sampai pada syaitan yang paling bawah, lalu berita tersebut disampaikannya kepada penyihir dan tukang tenung.
Terkadang2 syaitan yang di paling atas tertembak oleh bintang api sebelum ia sempat menyampaikannya kepada syaitan yang ada dibawahnya. Kadang2 syaitan itu sempat menyampaikannya sebelum terkena lemparan bintang api, maka ia mencampuri berita itu dengan seratus kedustaan darinya.
Dan syaitan itu berkata..Telah disampaikan kepada kita bahwa hari anu akan terjadi anu dan anu, dan secara kebetulan bersesuaian dengan kalimat yang didengar dari langit.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari . Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Ibnu Majah telah meriwayatkannya melalui hadis Sufyan ibnu Uyaynah dengan sanad yang sama
Kesimpulannya...Syaitan2 itu ditegah mencuri dengar berita langit supaya mereka tidak dengar apa2 dari alQuran lalu memberitahu tukang tilik atau bomoh. hingga hakikat dan fakta akan menjadi keliru dan tidak diketahui mana yg benar.
Al-Abbas menceritakan.. bahwa kami sedang duduk bersama Rasulullah saw., tiba-tiba ada bintang yang dilemparkan (di langit) sehingga bintang itu menyala terang.
Maka Rasulullah saw. bertanya, “Bagaimanakah pendapat kalian tentang peristiwa ini?” Kami menjawab, “Kami beranggapan bahwa ada seorang yang besar dilahirkan, atau ada orang besar meninggal dunia.”
Maka Rasulullah saw. menjawab, “Bukan demikian, tetapi apabila Allah memutuskan suatu urusan di langit, maka para malaikat bergetar mengepak-ngepakkan sayapnya karena ketakutan terhadap firman-Nya, dari sayap mereka keluar bunyi seperti rantai yang dijatuhkan di atas batu licin. Dan apabila ketakutan telah dihilangkan dari hati mereka, maka sebagian dari mereka bertanya kepada sebagian yang lain, “Apakah yang difirmankan oleh Tuhan kalian?” Maka mereka menjawab “Al Haq, dan Dialah Yang Mahatinggilagi Mahabesar.”
Lalu pembicaraan itu dicuri dengar oleh syaitan2 yang mencuri-curi dilangit. Syaitan2 itu sebagian berada diatas sebagian yang lainnya. Lalu syaitan yg mendengar itu menyampaikannya kepada temannya yang ada dibawahnya, lalu si penerima berita menyampaikannya lagi kepada temannya yang ada di bawahnya. Demikianlah seterusnya hingga sampai pada syaitan yang paling bawah, lalu berita tersebut disampaikannya kepada penyihir dan tukang tenung.
Terkadang2 syaitan yang di paling atas tertembak oleh bintang api sebelum ia sempat menyampaikannya kepada syaitan yang ada dibawahnya. Kadang2 syaitan itu sempat menyampaikannya sebelum terkena lemparan bintang api, maka ia mencampuri berita itu dengan seratus kedustaan darinya.
Dan syaitan itu berkata..Telah disampaikan kepada kita bahwa hari anu akan terjadi anu dan anu, dan secara kebetulan bersesuaian dengan kalimat yang didengar dari langit.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari . Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Ibnu Majah telah meriwayatkannya melalui hadis Sufyan ibnu Uyaynah dengan sanad yang sama
Telah ditanya kepada Az-Zuhri,” Apakah di masa Jahiliah pun langit itu sudah
dijaga dengan bintang-bintang tersebut?”
Az-Zuhri menjawab, “Ya, tetapi di masa Nabi Saw. lebih diperketat.”
Rasulullah Saw. bersabda :
Az-Zuhri menjawab, “Ya, tetapi di masa Nabi Saw. lebih diperketat.”
Rasulullah Saw. bersabda :
“Sesungguhnya
bingang-binang itu dilemparkan bukan karena matinya seseorang atau
lahirnya seseorang, tetapi manakala Tuhan kita menetapkan suatu urusan,
maka bertasbihlah para malaikat pemikul ‘Arasy, kemudian
bertasbih pula penduduk langit (para malaikat) yang ada di bawah mereka,
sehingga tasbih sampai kepada penduduk langit yang terdekat.
Kemudian penduduk langit yang ada di bawah para malaikat pemikul ‘Arasy, bertanya, dan mereka mengatakan kepada para malaikat pemikul ‘Arasy, “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan kalian?”
Lalu malaikat pemikul ‘Arasy menceritakannya kepada mereka, selanjutnya para malaikat penerima berita itu menyampaikannya kepada penduduk langit yang ada di bawah mereka, sehingga berita itu sampai kepada para malaikat yang ada di langit yang terdekat.
Dan jin mencuri dengar berita itu, lalu mereka dilempari bintang api. Maka apa yang disampaikan oleh para jin adalah benar, tetapi para jin itu selalu mencampuradukkannya dengan tambahan dari mereka sendiri.”
Kemudian penduduk langit yang ada di bawah para malaikat pemikul ‘Arasy, bertanya, dan mereka mengatakan kepada para malaikat pemikul ‘Arasy, “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan kalian?”
Lalu malaikat pemikul ‘Arasy menceritakannya kepada mereka, selanjutnya para malaikat penerima berita itu menyampaikannya kepada penduduk langit yang ada di bawah mereka, sehingga berita itu sampai kepada para malaikat yang ada di langit yang terdekat.
Dan jin mencuri dengar berita itu, lalu mereka dilempari bintang api. Maka apa yang disampaikan oleh para jin adalah benar, tetapi para jin itu selalu mencampuradukkannya dengan tambahan dari mereka sendiri.”
Kesimpulannya...Syaitan2 itu ditegah mencuri dengar berita langit supaya mereka tidak dengar apa2 dari alQuran lalu memberitahu tukang tilik atau bomoh. hingga hakikat dan fakta akan menjadi keliru dan tidak diketahui mana yg benar.

Dan
bahawa sesungguhnya ada di antara kami golongan yang saleh dan ada yang
sebaliknya, kami masing-masing menurut jalan dan cara yang berlainan.
"Sesungguhnya
syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena
sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya
mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS. Faathir, 35: 6).

`Dan
bahawa sesungguhnya kita (sekarang) mengetahui, bahawa kita tidak
sekali-kali akan dapat melepaskan diri dari balasan Allah (walau di mana
sahaja kita berada) di bumi, dan kita juga tidak sekali-kali akan dapat
melarikan diri dari balasanNya (walau ke langit sekalipun).

`Dan
bahawa sesungguhnya kami, ketika mendengar petunjuk (Al-Quran), kami
beriman kepadanya (dengan tidak bertangguh lagi); kerana sesiapa yang
beriman kepada Tuhannya, maka tidaklah ia akan merasa bimbang menanggung
kerugian (mengenai amalnya yang baik), dan juga tidak akan ditimpakan
sebarang kesusahan.

`Dan
bahawa sesungguhnya (dengan datangnya Al-Quran, nyatalah) ada di antara
kita golongan yang beragama Islam, dan ada pula golongan yang (kufur
derhaka dengan) menyeleweng dari jalan yang benar; maka sesiapa yang
menurut Islam (dengan beriman dan taat), maka merekalah golongan yang
bersungguh-sungguh mencari dan menurut jalan yang benar
Subscribe to:
Posts (Atom)









